Dokter Jantung: Diare Bisa Jadi Pertanda Serangan Jantung
Menurut dr Giovanno diare yang menjadi tanda penyakit jantung tidak semua orang mengalami. Tanda itu adalah 'Special Case'.
Penulis:
willy Widianto
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selain nyeri di dada, diare bisa menjadi tanda-tanda adanya serangan jantung. Apalagi didahului dengan adanya diabetes yang meningkatkan risiko penyakit jantung, serangan jantung dan gagal jantung secara signifikan.
"Jadi diare itu adalah respons usus terhadap sesuatu atas yang ada di dalam usus. Si usus bergerak cepat karena ada saraf simpatis dan saraf para simpatis. Buat penderita diabetes saraf pasti kan mengalami gangguan, jadi sakit di dada tidak terasa, saraf nggak sensitive. Tapi si usus otomatis dapat sinyal dari otak karena perut itu sensitif," ujar Dokter Spesialis Jantung Siloam Heart Hospital, dr Giovanno Rachmanda Maulana, SpJP, FIHA saat Diskusi Siloam di Jakarta, Senin(13/4/2026).
Baca juga: Studi: Tidur di Jam yang Sama Setiap Malam Turunkan Risiko Penyakit Jantung
Menurut dr Giovanno diare yang menjadi tanda penyakit jantung tidak semua orang mengalami. Tanda itu adalah 'Special Case'.
"Biasanya pasien usia tua atau lansia," ujarnya.
Diketahui serangan jantung ditandai dengan nyeri dada kiri (seperti ditekan/diremas) yang menjalar ke lengan, leher, atau punggung, sering disertai sesak napas, keringat dingin, pusing, mual, dan rasa lemas mendadak.
Gejala ini bisa muncul mendadak atau bertahap, berlangsung >20 menit, dan membutuhkan penanganan medis darurat.
Wanita seringkali merasakan gejala yang lebih ringan atau berbeda, seperti sesak napas mendadak, kelelahan ekstrem, mual/muntah, atau nyeri punggung/rahang, yang sering diabaikan sebagai penyakit ringan.
Jika mengalami atau melihat gejala di atas, segera hubungi nomor darurat medis (112) atau bawa ke rumah sakit terdekat. Jangan mengabaikan tanda-tanda ini, terutama jika berlangsung lebih dari 20 menit.
(Tribunnews.com/ Willy Widianto)
Baca tanpa iklan