Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Agar Tak Salah Amati Pertumbuhan Anak, Begini Cara Ukur Tinggi Badan yang Benar 

Banyak orang tua rutin mengukur tinggi badan anak di rumah, tetapi caranya salah. Padahal ini berdampak pada kesimpulan tumbuh kembang anak.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Agar Tak Salah Amati Pertumbuhan Anak, Begini Cara Ukur Tinggi Badan yang Benar 
Tribunnews.com/Chrysnha Pradipha
Dua fasilitator tersenyum saat mengukur tinggi badan anak peserta kelas bermain bersama di Rumah Anak SIGAP Sokawera, Desa Sokawera, Cilongok, Banyumas, Selasa (19/11/2024). Banyak orang tua rutin mengukur tinggi badan anak di rumah, tetapi caranya salah. Padahal ini berdampak pada kesimpulan tumbuh kembang anak. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

Ringkasan Berita:
  • Banyak orang tua rutin mengukur tinggi badan anak di rumah, tetapi cara yang digunakan sering keliru.
  • Kesalahan kecil dalam teknik pengukuran bisa berujung pada kesimpulan yang salah tentang tumbuh kembang anak.
  • Tak sekadar ukuran, ada tahapan penting yang harus dilakukan agar hasilnya benar-benar bermakna.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang tua rutin mengukur tinggi badan anak di rumah, tetapi tanpa disadari, cara yang digunakan sering keliru.

Padahal, kesalahan kecil dalam teknik pengukuran bisa berujung pada kesimpulan yang salah tentang tumbuh kembang anak.

Baca juga: Kerap Luput dari Perhatian, Kualitas dan Durasi Tidur Aspek Penting Tumbuh Kembang Anak

Dokter spesialis dari Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi IDAI, Prof. dr. Jose R.L. Batubara, Sp.A, Subsp.Endo(K), Ph.D, menegaskan bahwa proses pemantauan pertumbuhan anak tidak bisa dilakukan sembarangan.

“Kalau kita jadi dokter anak itu, kerjanya mesti ngukur. Ngukur tinggi badan, berat badan. Ini adalah yang kita lakukan untuk melihat ini anak bertumbuh normal atau enggak,” ujarnya pada media briefing virtual, Senin (20/4/2026). 

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, pengukuran saja belum cukup. Ada tahapan penting yang harus dilakukan agar hasilnya benar-benar bermakna.


Pengukuran Harus Akurat, Tidak Boleh Asal

Ilustrasi tinggi badan anak
Ilustrasi tinggi badan anak (Shutterstock)

Menurut Prof Jose, akurasi menjadi kunci utama. Kesalahan teknik sekecil apa pun bisa memengaruhi hasil.

Ia mencontohkan, posisi tubuh anak saat diukur harus benar-benar tegak.

“Jadi, kakinya rapat, badannya tegak lurus, kalau disandarkan di dinding, dia harus punggungnya rata, dan menghadap ke depan dengan akurat,” jelasnya.

Untuk anak di bawah dua tahun, pengukuran dilakukan dalam posisi tidur, sementara di atas dua tahun dilakukan berdiri.

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah posisi kaki terbuka atau tubuh tidak lurus, yang membuat hasil tinggi badan tampak lebih pendek dari sebenarnya.


Tidak Cukup Sekali Ukur

Banyak orang tua merasa cukup dengan satu kali pengukuran. Padahal, itu tidak cukup untuk menilai pertumbuhan anak.

“Kalau kita cuma sekali mengukur tinggi badan ini, kita cuma mendapatkan identifikasi perawakan ini. Dia pendek, dia tinggi, atau dia normal. Kita tidak bisa melihat proses pertumbuhan anak,” tegas Prof Jose.

Ia menekankan pentingnya pengukuran berkala, minimal dua kali dengan jarak 3 hingga 6 bulan.

Dengan cara ini, orang tua bisa melihat tren pertumbuhan, bukan sekadar angka sesaat.


Harus Dipetakan ke Kurva Pertumbuhan

Setelah diukur, hasilnya tidak boleh langsung disimpulkan. Data tersebut harus diplot ke kurva pertumbuhan.

Di sinilah banyak orang tua sering melewatkan langkah penting.

“Setelah kita ukur, kita plot ke kurva pertumbuhan. Kita plot tentunya, kalau ke kurva pertumbuhan yang salah, anaknya akan interpretasinya berbeda,” ujarnya.

Kurva pertumbuhan berfungsi sebagai alat untuk membandingkan tinggi badan anak dengan standar usianya.

Tanpa kurva, orang tua hanya melihat angka, bukan makna di balik angka tersebut.

Pemantauan pertumbuhan anak bukan hanya soal mengukur tinggi badan, tetapi memahami proses di baliknya.

Dengan teknik yang tepat, pengukuran berkala, dan penggunaan kurva pertumbuhan, orang tua bisa mendeteksi lebih dini jika ada masalah.

Langkah sederhana ini bisa menjadi kunci penting untuk memastikan anak tumbuh optimal sesuai potensinya.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas