Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

9 Panduan Kesehatan untuk Jemaah Haji Lansia dan Kronis 

Nusuk Haji Saudi Arabia merilis 9 rekomendasi kesehatan yang ditujukan khusus bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit kronis.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in 9 Panduan Kesehatan untuk Jemaah Haji Lansia dan Kronis 
Tribunnews.com, Anita K Wardhani/MCH 2024
Klinik Kesehatan Haji (KKHI) Makkah dilengkapi dengan mobil ambulans untuk mengangkut jemaah haji yang sakit. Nusuk Haji Saudi Arabia merilis 9 rekomendasi kesehatan yang ditujukan khusus bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit kronis. 
Ringkasan Berita:
  • Musim ibadah haji 2026 dimulai kloter pertama jemaah haji Indonesia akan tiba di Saudi Arabia.
  • Nusuk Haji Saudi Arabia merilis sembilan rekomendasi kesehatan yang ditujukan khusus bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit kronis.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  -- Kloter pertama jemaah haji Indonesia akan tiba di Saudi Arabia pada Rabu  22 April 2026 hari ini. 

Saat pelaksanaan ibadah haji, laman Nusuk Haji Saudi Arabia merilis sembilan rekomendasi kesehatan yang ditujukan khusus bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit kronis.

Baca juga: Kloter Pertama Berangkat ke Tanah Suci, Menhaj Minta Jemaah Haji Jaga Kesehatan dan Disiplin

Panduan ini mencakup persiapan medis, obat-obatan, hingga penggunaan alat bantu, sebagai upaya menjaga kondisi kesehatan jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Berikut adalah 9 hal penting terkait kesehatan para jemaah haji yang harus diketahui:


Langkah Pertama, Konsultasi Kesehatan Lansia

Jemaah haji lansia saat tiba di Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.
Jemaah haji lansia saat tiba di Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. (Media Center Haji 2024/MM Arif)

Sebaiknya para calon jemaah haji lansia dan berpenyakit kronik melakukan konsultasi kesehatan sebelum berangkat.

Rekomendasi Untuk Anda

Penyakit kronik berat yang dimaksud berupa kanker lanjut, penyakit paru dan jantung, penyakit hati dan ginjal yang lanjut dan senilitas.

“Jamaah haji ini harus berkonsultasi pada petugas kesehatan untuk menilai kesiapan fisiknya dan juga kondisi kesehatannya secara keseluruhan,” ujar Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama.

Langkah Kedua, Siapkan Dokumentasi Medik

Persiapkan dokumentasi medik setiap jamaah haji berupa dokumen atau catatan dari petugas kesehatan yang memeriksanya di tanah air, dan harus berisi informasi rinci  tentang kondisi kesehatannya, obat-obat yang diresepkan untuk dikonsumsi dan berbagai informasi terkait lainnya.

Langkah Ketiga, Perhatikan Stok Obat Pribadi 

Terkait obat-obatan. Jemaah haji harus membawa obat-obat yang mereka perlukan dalam jumlah yang mencukupi untuk selama beribadah di Saudi Arabia.

Baca juga: Kementerian Haji Arab Saudi akan Tes Acak Kesehatan Jemaah, Jika Tak Layak Bisa Dipulangkan

Juga dianjurkan untuk membawa informasi nama generik dari obat yang dibawa, karena nama merek dagang obat di Saudi  Arabia mungkin berbeda dengan nama di tanah air.

Langkah Keempat, Penyesuaian Waktu Minum Obat 

Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Makkah mencatat sampai Sabtu (25/5/2024) ada 30 jemaah haji yang dirawat di RS yang dikelola KKHI.
Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Makkah mencatat sampai Sabtu (25/5/2024) ada 30 jemaah haji yang dirawat di RS yang dikelola KKHI. (Tribunnews.com/Anita K Wardhani/MCH 2024)

Jemaah haji direkomendasikan untuk menyiapkan kemungkinan penyesuaian waktu dari obat yang dikonsumsi selama di Saudi Arabia, tentu setelah berkonsultasi dengan dokternya.

“Jemaah perlu mempertimbangkan perbedaan waktu antara Saudi Arabia dengan Indonesia, jadwal keberangkatan dan kepulangan serta faktor  lainnya,” tutur Prof Tjandra.

Langkah Kelima, Vaksinasi 

Tentang status vaksinasi. Laman Nusuk Haji menyebutkan, seluruh jemaah dari berbagai negara di dunia harus mengupdate status vaksinasi mereka, termasuk untuk penyakit menular seperti Diphtheria, Tetanus, Pertussis, Polio, Campak (Measles), Varicella, dan Mumps.

Langkah Keenam, Perhatikan Alkes 

Bagi jemaah haji yang memerlukan peralatan kesehatan (Alkes) khusus sehari-hari maka harus memastikan bahwa alat-alat itu dapat berfungsi baik. 

Alat kesehatan itu bisa berupa alat bantu pernapasan, alat bantu dengar, implan koklear.

Langkah Ketujuh, Tentang kursi roda. 

Direkomendasikan agar jemaah haji yang perlu kursi roda untuk membawa kursi roda mereka, dan juga ada keluarga atau kerabat yang siap untuk mendorongnya.

Dipersiapkan juga saat mengatasi kalau ban kursi rodanya bocor jika diperlukan bisa membeli kursi roda di toko farmasi di Makkah.

Langkah Kedelapan Tentang Kebugaran Fisik

Jemaah lansia dan yang berpenyakit kronik ini dianjurkan untuk menghindari aktivitas fisik berlebihan dan memberi prioritas bagi kesehatan.

Pada mereka juga dianjurkan untuk menggunakan kursi roda pada saat Tawaf dan Sai antara Safa dan Marwa dan juga pada keadaan-keadaan lain yang diperlukan.


Langkah Kesembilan, Jangan Diam saat Nyeri Dada dan Sesak Napas

Jemaah haji dengan penyakit kronik harus segera mendapat penanganan kesehatan jika mengalami nyeri dada, sesak napas, berbagai komplikasi yang berhubungan dengan gula darah atau masalah kesehatan lain.

“Jemaah yang dalam kondisi tersebut harus memeriksakan diri. Jemaah haji lansia dan berpenyakit kronik harus selalu memberi prioritas selama menjalankan ibadah haji,” ujar Direktur Pascasarjana Universitas YARSI

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas