Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Jantung Berdebar Saat Ketemu Mantan Itu Normal, Tapi Kapan Harus Khawatir? Ini Penjelasan Dokter

Di balik sensasi yang tampak sepele itu, ada batas tipis antara reaksi normal tubuh dan tanda gangguan irama jantung yang berbahaya.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Jantung Berdebar Saat Ketemu Mantan Itu Normal, Tapi Kapan Harus Khawatir? Ini Penjelasan Dokter
Freepik
ILUSTRASI PENYAKIT JANTUNG - Ilustrasi penyakit jantung diambil dari Freepik Selasa (19/8/2025). Kebiasaan sarapan yang salah justru bisa memberikan dampak buruk termasuk merusak kesehatan jantung, simak ini penjelasan dokter. 
Ringkasan Berita:
  • Jantung berdebar saat bertemu seorang dari masa lalu, mantan misalnya, umumnya dianggap wajar
  • Namun, di balik sensasi itu, ada batas tipis antara reaksi normal dan tanda gangguang irama jantung yang dinilai berbahaya
  • Dalam konteks ini, tidak semua aritmia berbahaya. Namun ada jenis tertentu yang bisa memicu kondisi serius seperti pingsan hingga henti jantung mendadak

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pernah merasa jantung tiba-tiba berdebar saat gugup, kaget, atau bahkan ketika bertemu seseorang dari masa lalu? Bertemu mantan misalnya.

Bagi banyak orang, kondisi ini dianggap biasa. Namun di balik sensasi yang tampak sepele itu, ada batas tipis antara reaksi normal tubuh dan tanda gangguan irama jantung yang berbahaya.

Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus spesialis jantung dan pembuluh darah dengan keahlian elektrofisiologi dan aritmia, dr. Evan Jim Gunawan, Sp.PD, Sp.JP(K), CCDS, menjelaskan bahwa denyut nadi yang kita rasakan sehari-hari sebenarnya berasal dari aktivitas jantung.

Namun, dalam kondisi tertentu, irama jantung bisa terganggu secara tiba-tiba, dan dampaknya bisa sangat cepat.

Baca juga: Dokter Indonesia Tak Kalah dari Luar Negeri, Ahli Jantung Ungkap Tantangan Layanan Jantung di RI

“Kalau pasien itu tiba-tiba ada gangguan irama yang berbahaya, denyutan jantung seperti itu, langsung hilang,” jelas dr. Evan dalam acara talkshow Siloam Cardiac Summit 2026 di hotel Fairmont Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026). 

Ia menambahkan, kondisi ini bisa terjadi hanya dalam hitungan detik dan membuat seseorang kehilangan kesadaran secara mendadak.

Debar Jantung: Antara Normal dan Berbahaya

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam kehidupan sehari-hari, jantung berdebar sebenarnya bukan hal yang selalu perlu dikhawatirkan.

Respons ini bisa muncul saat tubuh bereaksi terhadap situasi tertentu, seperti rasa takut, stres, atau bahkan momen emosional seperti bertemu pasangan atau mantan.

Namun, penting untuk memahami kapan debaran tersebut masih dalam batas wajar.

Detak jantung normal umumnya berada di kisaran 60–100 kali per menit. Bahkan pada beberapa orang, detak di bawah itu masih bisa dianggap normal, tergantung kondisi tubuh masing-masing.

Masalah muncul ketika debaran terjadi tanpa pemicu yang jelas atau terasa tidak teratur.

“Kalau berdebar-debar tidak normal, duduk, duduk, itu tidak normal. Atau berdebar tidak teraturan, itu tidak normal juga,” ujar dr. Evan.

Karena itu, masyarakat perlu lebih peka terhadap sinyal tubuh, agar tidak salah mengartikan kondisi yang sebenarnya perlu diwaspadai.

Kenali “Kucing” dan “Macan” dalam Tubuh

Dr. Evan mengibaratkan gangguan irama jantung seperti membedakan antara ancaman kecil dan besar.

Menurutnya, bahaya terbesar justru datang dari kondisi yang tidak dikenali sejak awal.

“Karena musuh yang paling berbahaya adalah musuh yang tidak kita ketahui. Jadi kita harus tahu membedakan yang mana kecil, yang mana macam,” katanya.

Dalam konteks ini, tidak semua aritmia berbahaya. Namun ada jenis tertentu yang bisa memicu kondisi serius seperti pingsan hingga henti jantung mendadak.

Salah satunya adalah atrial fibrilasi, gangguan irama jantung yang tidak teratur dan cukup umum terjadi.

Kondisi ini dialami sekitar 1 persen populasi, dan risikonya meningkat seiring bertambahnya usia. Yang perlu diwaspadai, atrial fibrilasi juga berkaitan dengan risiko stroke yang bisa muncul tanpa gejala awal yang jelas.

Tanda yang Tidak Boleh Diabaikan

Ada beberapa gejala yang perlu menjadi alarm bagi masyarakat.

Jika jantung berdebar disertai pusing, sesak napas, nyeri dada, pandangan gelap, atau bahkan pingsan, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele.

Gejala tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan irama jantung yang serius, seperti ventrikular takikardia yang dapat menyebabkan kehilangan kesadaran secara tiba-tiba.

Selain itu, faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan obesitas juga berperan besar dalam meningkatkan risiko gangguan ini.

Karena itu, pemeriksaan seperti rekam jantung menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi jantung tetap dalam keadaan aman.

Harapan dari Teknologi Medis

Di tengah risiko yang ada, perkembangan teknologi memberikan harapan baru bagi pasien dengan gangguan irama jantung.

Penanganan kini tidak hanya bergantung pada obat-obatan, tetapi juga prosedur seperti ablasi untuk menghentikan sumber gangguan listrik di jantung.

Selain itu, terdapat juga alat seperti ICD (Implantable Cardioverter Defibrillator) yang dapat ditanam dalam tubuh untuk mendeteksi dan mengatasi gangguan irama berbahaya secara otomatis.

Teknologi ini bahkan mampu memberikan kejut listrik saat terjadi kondisi kritis, sehingga pasien dapat terselamatkan dalam situasi darurat.

Pada akhirnya, memahami tubuh sendiri menjadi langkah awal yang tidak bisa digantikan teknologi apa pun. Mengenali kapan harus tenang dan kapan harus waspada adalah bagian penting dari menjaga kesehatan jantung.

Dr. Evan mengingatkan bahwa tubuh adalah satu-satunya tempat kita hidup, sehingga harus dirawat dengan baik.

“Take care of your body, it is the only place you have to live," demikian ia berpesan.

(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas