Tips Lengkap Cegah Cacar Api saat Imun Berpotensi Turun di Usia 50 Tahun
Memasuki usia 50 tahun ke atas, risiko berbagai penyakit mulai meningkat, termasuk cacar api atau herpes zoster.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Risiko cacar api atau herpes zoster meningkat di usia 50 tahun.
- Kondisi ini sebenarnya bisa dicegah jika masyarakat memahami kunci utama menjaga sistem imun.
- Saat usia mencapai 50 tahun, daya tahan tubuh tidak selalu stabil dan sangat dipengaruhi gaya hidup sehari-hari.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Memasuki usia 50 tahun ke atas, risiko berbagai penyakit mulai meningkat, termasuk cacar api atau herpes zoster.
Cacar api atau herpes zoster sendiri adalah infeksi saraf dan kulit yang disebabkan oleh reaktivasi virus varicella-zoster, virus yang sama penyebab cacar air.
Baca juga: Cegah Cacar Api, Kampanye GSK Soroti Risiko Nyeri Hebat yang Bisa Ganggu Produktivitas
Penyakit ini ditandai dengan ruam kemerahan berisi lepuhan air yang terasa nyeri, terbakar, atau gatal, dan biasanya muncul di satu sisi tubuh.
Namun, kondisi ini sebenarnya bisa dicegah jika masyarakat memahami kunci utama menjaga sistem imun.
Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PP PERKI), dr. Ade Meidian Ambari, Sp.JP(K), Ph.D., menegaskan bahwa daya tahan tubuh tidak selalu stabil dan sangat dipengaruhi gaya hidup sehari-hari.
“Jadi, sistem imun kita itu naik turun. Kadang baik, kadang buruk. Karena itu, kita harus ingat bahwa sistem imun sangat bergantung pada gaya hidup yang sehat,” ujar dr. Ade pada konferensi pers Singles Action Week 2026 “Cegah Cacar Api Tanpa Tapi” bersama GSK, Kemenkes, PERKI dan Yayasan Jantung Indonesia di Jakarta Selatan, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, pencegahan cacar api tidak cukup hanya mengandalkan satu cara, melainkan kombinasi kebiasaan sehat yang dilakukan secara konsisten.
Olahraga Jadi Fondasi Utama
Salah satu langkah paling mendasar adalah rutin berolahraga. Aktivitas fisik terbukti membantu menjaga keseimbangan sistem imun, terutama pada usia lanjut.
Baca juga: Jangan Biarkan Cacar Api Merampas Aktivitas Harian, Ini Risiko Nyata yang Kerap Diabaikan
“Untuk meningkatkan sistem imun, kita perlu berolahraga. Bisa latihan kekuatan maupun aerobik. Dalam seminggu, disarankan 150 menit dengan intensitas sedang,” jelasnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa olahraga saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan pengelolaan stres yang baik.
Stres Diam-Diam Turunkan Imun
Dr. Ade menekankan bahwa stres menjadi faktor yang sering diabaikan, padahal dampaknya sangat besar terhadap sistem kekebalan tubuh.
“Kalau kita stres, sistem imun kita akan turun. Jadi kita harus menikmati hidup. Hidup itu baik, jalani saja, jangan terlalu dipikirkan,” katanya.
Ia menambahkan, banyak pasien jantung justru mengalami tekanan mental berlebihan karena memikirkan penyakitnya sendiri, yang pada akhirnya memperburuk kondisi tubuh.
Pola Makan dan Nutrisi Tak Boleh Diabaikan
Selain olahraga dan manajemen stres, asupan makanan juga berperan penting dalam menjaga imun.
“Kita harus mengonsumsi makanan yang meningkatkan sistem imun. Kalau mau makan lemak boleh, tapi pilih lemak sehat. Perbanyak ikan, sayur, dan buah,” ujarnya.
Terkait suplemen, dr. Ade mengingatkan agar tidak sembarangan mengonsumsi tanpa pemeriksaan.
“Vitamin D itu baik, tapi harus dicek dulu kadarnya. Kalau di bawah 30, baru perlu diberikan suplemen,” jelasnya.
Tidur Cukup, Tidak Kurang Tidak Lebih
Kualitas tidur juga menjadi faktor krusial yang sering diremehkan.
“Kita harus tidur cukup, sekitar 6 sampai 8 jam. Kalau kurang dari 6 jam, risiko penyakit kardiovaskular meningkat. Kalau lebih dari 8 jam, risikonya juga meningkat,” paparnya.
Ia menegaskan bahwa keseimbangan menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan tubuh.
Vaksinasi, Benteng Tambahan dari Infeksi
Selain gaya hidup, vaksinasi kini menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan, termasuk untuk cacar api.
“Vaksin itu akan memicu respons tubuh seperti infeksi ringan, sehingga sistem imun kita terbentuk dan bisa mengenali penyakit lebih cepat,” jelas dr. Ade.
Dengan begitu, tubuh memiliki perlindungan lebih saat menghadapi infeksi di kemudian hari.
Pesan untuk Usia 50 Tahun ke Atas
Dr. Ade menegaskan bahwa kelompok usia lanjut dan mereka dengan penyakit penyerta harus lebih waspada.
“Penting bagi kita, terutama populasi berisiko tinggi, usia di atas 50 tahun dan punya penyakit seperti jantung, ginjal, atau diabetes, untuk menjalani gaya hidup sehat dan melakukan imunisasi sebagai pencegahan cacar api,” tegasnya.
Ia mengingatkan, menjaga kesehatan bukan soal melakukan hal besar, tetapi konsistensi menjalankan kebiasaan sederhana setiap hari.
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.