Bukan Cuma Anak, Dokter Tegaskan Orang Dewasa Juga Bisa Kena Campak dan Risikonya Lebih Berat
Tak lagi dikenal sebagai penyakit anak-anak, kasus campak pada dewasa ternyata meningkat, bahkan dampaknya lebih serius.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
Ringkasan Berita:
- Tak lagi dikenal sebagai penyakit anak-anak, kasus campak pada dewasa ternyata meningkat.
- Orang dewasa tetap memiliki risiko terinfeksi, bahkan dengan dampak yang lebih serius.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Campak selama ini dikenal sebagai penyakit anak-anak. Namun, persepsi ini mulai bergeser seiring meningkatnya kasus pada kelompok usia dewasa.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital MT Haryono, dr. Erpryta Nurdia Tetrasiwi, Sp.PD, menegaskan bahwa orang dewasa tetap memiliki risiko terinfeksi, bahkan dengan dampak yang lebih serius.
Baca juga: Menkes Sebut Penularan Campak Jauh Lebih Tinggi dari Covid-19, Satu Orang Bisa Menulari 18 Orang
“Karena kita tahu dulu orang bilang cuma campak itu penyakit buat anak-anak doang, padahal kenyataannya dewasa pun bisa terkena campak,” ujarnya pada media briefing di Tebet Jakarta Timur, Jumat (1/5/2026).
Dewasa Tidak Otomatis Kebal
Banyak orang merasa aman karena pernah mengalami campak atau mendapat vaksin saat kecil. Padahal, kekebalan tersebut tidak selalu bertahan seumur hidup.
Secara medis, ada fenomena penurunan antibodi seiring bertambahnya usia. Ketika kadar antibodi turun di bawah batas perlindungan, tubuh kembali rentan terhadap infeksi.
Selain itu, pada masa lalu banyak individu hanya menerima satu dosis vaksin. Padahal, perlindungan optimal baru tercapai setelah dua dosis.
Virus Sangat Mudah Menular
Campak termasuk salah satu penyakit paling menular di dunia. Virusnya dapat bertahan di udara hingga dua jam setelah penderita meninggalkan ruangan.
Dalam kondisi tanpa perlindungan imun, seseorang bisa terinfeksi hanya dengan berada di ruang yang sama, tanpa kontak langsung.
Situasi ini membuat penularan di tempat kerja, transportasi umum, hingga lingkungan padat menjadi sangat tinggi.
Kasus Kembali Meningkat
Lonjakan kasus campak belakangan ini juga menjadi sinyal bahwa perlindungan masyarakat mulai melemah.
“Jadi, seperti kita tahu, belakangan ini kan campak itu, infeksi campak ya, itu udah mulai naik lagi ya. Naiknya itu lumayan nih, nggak main-main. Bahkan di 2025 sendiri dikatakan itu sampai 16 ribuan kasus, padahal dulu hampir nggak ada gitu ya,” jelas dr. Erpryta.
Jika pada anak-anak campak sering kali sembuh dalam waktu satu hingga dua minggu, pada orang dewasa kondisinya bisa lebih berat.
Tanpa penanganan yang tepat, risiko komplikasi meningkat dan dapat berdampak pada berbagai organ tubuh.
Karena itu, penting bagi orang dewasa untuk tidak lagi menganggap campak sebagai penyakit ringan yang hanya menyerang anak-anak.
Baca tanpa iklan