Siaga Hantavirus, Kemenkes Pastikan Ribuan Tempat Tidur dan Alat Tes PCR Tersedia
Mulai dari rumah sakit rujukan penyakit infeksi, ketersediaan PCR, APD, hingga tempat tidur isolasi dan ICU disebut dalam keadaan cukup dan tersedia.
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
willy Widianto
Ringkasan Berita:
- Masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan hantavirus.
- Kemenkes juga mencatat ketersediaan alat pelindung diri (APD) cover mencapai 143.917 pcs, sementara alat swab tersedia sebanyak 2.185 pcs
- Saat ini terdapat 198 rumah sakit jejaring pengampuan penyakit infeksi emerging di seluruh Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Andi Saguni memastikan fasilitas kesehatan nasional siap dalam mengantisipasi penyebaran hantavirus di Indonesia.
Baca juga: Antisipasi Cegah Hantavirus di Indonesia, Epidemiolog: Sebetulnya Virus Ini Tak Kuat-kuat Amat
Mulai dari rumah sakit rujukan penyakit infeksi, ketersediaan PCR, APD, hingga tempat tidur isolasi dan ICU disebut dalam keadaan cukup.
Saat ini terdapat 198 rumah sakit jejaring pengampuan penyakit infeksi emerging di seluruh Indonesia.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 21 rumah sakit sentinel penyakit infeksi emerging telah disiapkan di 20 provinsi.
“Artinya bahwa rumah sakit ini disiapkan untuk menjadi rumah sakit yang ditunjuk untuk melakukan pemantauan kasus dan juga untuk mencegah KLB (kejadian luar biasa) terkait penyakit infeksi emerging,” kata Andi dalam temu media daring di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Selain soal layanan RS, pemerintah juga memastikan kapasitas pemeriksaan laboratorium mencukupi.
Saat ini terdapat 221 alat PCR yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
“Ketersediaan PCR di seluruh Indonesia jumlahnya cukup banyak,” lanjutnya.
Kemenkes juga mencatat ketersediaan alat pelindung diri (APD) cover mencapai 143.917 pcs, sementara alat swab tersedia sebanyak 2.185 pcs.
Untuk ketersediaan tempat tidur (TT) di ICU: 3.467 tempat tidur ICU tekanan standar dan 535 tempat tidur ICU tekanan negatif.
Sementara kapasitas tempat tidur isolasi terdiri dari 3.968 tempat tidur isolasi standar dan 1.235 tempat tidur isolasi tekanan negatif.
Pihaknya mengimbau, masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan hantavirus yang berkaitan dengan lingkungan dan hewan pengerat seperti tikus serta celurut.
Masyarakat diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menjaga etika batuk, serta menjaga kebersihan rumah dan tempat kerja.
Baca juga: Kemenkes: Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Belum Pernah Ada di Indonesia
Selain itu, masyarakat harus menghindari kontak langsung dengan tikus, celurut, maupun kotorannya, menyimpan makanan dan minuman dalam wadah tertutup, menutup lubang di dalam maupun luar rumah agar tikus tidak masuk, membersihkan area yang terdapat jejak tikus dengan metode wet cleaning serta menghindari sumber infeksi saat bepergian,
“Jika mengalami gejala penyakit virus hanta, segera periksakan diri ke Fasyankes dan patuhi himbauan kesehatan di negara tujuan saat melakukan perjalanan,” ungkap dia.
Baca tanpa iklan