Berapa Lama Karantina Hantavirus Harus Dilakukan? Ini Penjelasannya
CDC memperkirakan gejala muncul dalam 1-8 minggu, sementara WHO menggunakan acuan 3-6 minggu dengan mayoritas gejala terlihat pada minggu ketiga.
Penulis:
Bobby W
Editor:
Salma Fenty
Ringkasan Berita:
- Hantavirus memiliki masa inkubasi yang relatif panjang, yakni antara 1 hingga 8 minggu sebelum gejala muncul
- Hantavirus strain Andes telah dikonfirmasi oleh WHO dapat menular antarmanusia
- CDC memperkirakan gejala muncul dalam 1-8 minggu, sementara WHO menggunakan acuan 3-6 minggu dengan mayoritas gejala terlihat pada minggu ketiga.
- Perbedaan estimasi durasi karantina terjadi karena para ahli bersikap sangat berhati-hati dalam memantau risiko kemunculan kasus baru
TRIBUNNEWS.COM – Wabah hantavirus strain Andes yang tengah menjadi perhatian dunia memicu pertanyaan besar mengenai prosedur penanganan pasien.
Salah satu poin krusial yang kerap ditanyakan oleh masyarakat umum adalah durasi pemantauan medis terhadap mereka yang terpapar.
Jadi, berapa lama seseorang harus menjalani karantina apabila ia terpapar penyakit hantavirus?
Untuk membahas hal tersebut, kita harus mengulik terlebih dahulu bagaimana cara penyakit hantavirus menyebar terutama pada kasus strain Andes.
Hantavirus pada umumnya ditularkan kepada manusia melalui kontak dengan urine, feses, atau air liur hewan pengerat seperti tikus.
Namun, strain Andes yang menjadi pusat wabah kali ini telah dikonfirmasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dapat menular antarmanusia.
Dalam beberapa kasus, dibutuhkan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan bagi seseorang untuk jatuh sakit setelah terpapar virus tersebut.
Lantas, berapa lama masa karantina atau pemantauan yang diperlukan hingga seseorang dinyatakan aman? Berikut penjelasannya.
Memahami Masa Inkubasi
Baca juga: Evakuasi MV Hondius Kelar, Kapal Klaster Hantavirus Dipulangkan ke Belanda
Istilah masa inkubasi merujuk pada rentang waktu antara saat seseorang terpapar patogen, seperti virus, hingga ia mulai menunjukkan gejala.
Mengetahui masa inkubasi suatu penyakit sangat penting bagi dokter dan ilmuwan karena memberikan informasi berapa lama waktu yang dibutuhkan seseorang untuk jatuh sakit setelah tertular.
Pejabat kesehatan masyarakat juga menggunakan masa inkubasi untuk menentukan berapa lama seseorang harus dilacak tanda-tanda infeksinya.
Jika seseorang terpapar virus dengan masa inkubasi 4 hingga 14 hari, namun tidak menunjukkan gejala hingga hari ke-14, hal itu dapat dianggap sebagai tanda bahwa ia tidak tertular virus tersebut.
Kasus hantavirus saat ini jauh lebih kompleks untuk dilacak dibandingkan dengan penyakit umum lainnya.
Para ahli memiliki data yang lebih sedikit mengenai hantavirus dan penyakit terkait, terutama strain Andes, dibandingkan dengan penyakit seperti flu yang sering ditemui.
Berapa Lama Masa Inkubasi Hantavirus?
Dalam mengelola wabah ini, para ilmuwan mengandalkan observasi masa lalu pada populasi kecil dan studi terdahulu.
Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Luis Marcos, seorang pakar penyakit menular di Stony Brook Medicine.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), hantavirus memiliki masa inkubasi yang relatif lama, yakni antara 1 hingga 8 minggu sebelum gejala muncul.
Secara lebih spesifik, CDC memperkirakan gejala hantavirus pulmonary syndrome (HPS) muncul dalam 1 hingga 8 minggu setelah terpapar.
Sementara itu, gejala demam berdarah dengan sindrom ginjal atau hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) biasanya muncul dalam 1 hingga 2 minggu.
Dalam sejumlah kasus langka, HFRS bahkan bisa memakan waktu hingga 8 minggu.
Baca juga: Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus di Indonesia, Ini Cara Penularan dan Faktor Risikonya
Menanggapi variasi data tersebut, Olivier Le Polain, kepala unit epidemiologi dan analitik respons di WHO pun memberikan keterangan kepada wartawan pada Senin (11/5/2026).
Ia menyatakan bahwa pihaknya memantau masa inkubasi selama 3 hingga 6 minggu, dengan mayoritas orang yang diperkirakan menunjukkan gejala pada minggu ketiga setelah terpapar.
"Masa inkubasi tersebut berarti kita dapat melihat kasus-kasus baru muncul lagi dalam beberapa hari mendatang, bahkan mungkin minggu depan", ujar Le Polain.
Perbedaan rentang waktu yang diberikan oleh berbagai lembaga ini terjadi karena para ahli bersikap sangat berhati-hati.
Dr. Scott Weaver, direktur Institute for Human Infections & Immunity di University of Texas Medical Branch, menjelaskan bahwa sebagian besar pengetahuan saat ini berasal dari pengamatan wabah berskala kecil, sehingga estimasi waktu yang lebih lama diambil demi kewaspadaan maksimal.
(Tribunnews.com/Bobby)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.