Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

7 Manfaat Psikologis Memiliki Anjing yang Perlu Kamu Tahu

Memiliki anjing terbukti memberikan berbagai manfaat psikologis, seperti mengurangi stres, meningkatkan emosi positif, dan memperkuat koneksi sosial.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in 7 Manfaat Psikologis Memiliki Anjing yang Perlu Kamu Tahu
Pexels
ANJING SAHABAT MANUSIA - Ilustrasi anjing yang diambil dari Pexels pada 6 Mei 2025. Memiliki anjing terbukti memberikan berbagai manfaat psikologis, seperti mengurangi stres, meningkatkan emosi positif, dan memperkuat koneksi sosial. 

6. Anjing Membantu Regulasi Emosi

Dr. Goldman menjelaskan bahwa sebagian orang mengalami "tingkat emosi yang sangat tinggi."

"Memiliki anjing di saat-saat seperti itu bisa sangat menenangkan dan meregulasi emosi," jelasnya. "Anjing yang hadir di tengah masa-masa emosional yang berat dapat memberikan kenyamanan dan kebersamaan, terutama saat panik, berduka, stres, dan depresi."

Ia juga menyebutkan bahwa orang yang cenderung mengalami disosiasi bisa mendapat manfaat dari kehadiran anjing yang membantu mereka tetap terhubung dengan kenyataan — melalui gonggongan atau tingkah minta dibelai — tentunya sebagai pelengkap terapi, kelompok dukungan, dan/atau pengobatan yang sesuai.

7. Koneksi Sosial

Dr. Goldman tidak hanya merujuk pada ikatan nyata yang kamu jalin dengan anjingmu. Anjingmu juga bisa menjadi "wingman" terbaikmu dalam bersosialisasi.

"Anjing adalah makhluk yang sangat sosial," katanya. "Mereka ingin menyapa manusia atau anjing lain, dan mereka membutuhkan jalan-jalan serta aktivitas di luar rumah, yang juga meningkatkan kemungkinan untuk bertemu atau berbicara dengan orang lain."

Rekomendasi Untuk Anda

Hal ini, menurutnya, dapat memperkuat koneksi sosial, meningkatkan kepercayaan diri dan harga diri, sehingga memberikan dorongan positif bagi kesehatan mental.

Bagaimana Anjing Membantu Kondisi Tertentu

Dr. Goldman menjelaskan bahwa beberapa anjing dapat menjalani pelatihan khusus untuk membantu berbagai kondisi, antara lain:

  • Epilepsi/gangguan kejang. Beberapa anjing layanan dapat memperingatkan pemiliknya sebelum kejang terjadi, misalnya dengan mengambilkan obat sebelum kesadaran hilang. Yang lain bisa memberitahu orang-orang sekitar bahwa pemiliknya sedang mengalami kejang dengan menggonggong.
  • PTSD/kecemasan. Anjing layanan terlatih dapat menghentikan serangan panik, memberikan terapi tekanan dalam (deep pressure therapy), mengambilkan obat, dan membantu pemilik yang sedang mengalami kilas balik untuk kembali ke kenyataan.
  • Diabetes. Anjing waspada dapat dilatih untuk mendeteksi perubahan kadar gula darah dan memberi tahu pemiliknya sebelum perubahan signifikan terjadi, sehingga pemilik dapat mengambil tindakan tepat waktu.
  • Gangguan pendengaran atau penglihatan. Anjing dapat mengingatkan orang dengan gangguan pendengaran terhadap alarm, bel pintu, dan detektor asap. Anjing lain dapat memandu orang dengan gangguan penglihatan, misalnya saat menyeberang jalan.
  • Kondisi yang memengaruhi mobilitas. Anjing dapat membantu membuka pintu, mematikan lampu, memberikan dukungan keseimbangan, dan mengambilkan obat bagi orang dengan kondisi medis yang memengaruhi mobilitas, seperti multiple sclerosis, Parkinson, cerebral palsy, dan cedera tulang belakang. 

Manfaat Memiliki Anjing bagi Lansia

Dr. Goldman menjelaskan bahwa anjing dapat memberikan banyak manfaat seiring bertambahnya usia, termasuk dukungan bagi kesehatan sosial dan fisik.

  • Anjing memberi lansia rasa memiliki tujuan. Para lansia sering kesulitan menemukan makna hidup, terutama setelah pensiun. "Rutinitas harian merawat anjing — memberi makan, berjalan, dan bermain — bisa menjadi sumber struktur yang luar biasa," kata Dr. Goldman. "Anjing juga bisa menjadi alasan seseorang untuk bangkit dari tempat tidur di pagi hari."
  • Anjing mengurangi kesepian. Anjing dapat mengurangi rasa sepi di semua usia, namun lansia berisiko lebih tinggi mengalami kesepian, terutama setelah kehilangan teman atau orang tersayang. "Anjing menawarkan kebersamaan dan dukungan penuh kasih bagi mereka yang lebih terisolasi, termasuk lansia yang tinggal sendiri," ujarnya.
  • Anjing memberikan dorongan kesehatan. Merawat anjing membutuhkan sejumlah fungsi kognitif — mulai dari menakar makanan hingga berbicara dengan mereka — sehingga proses penuaan otak pada lansia bisa sedikit melambat berkat kehadiran "anjing yang baik" di rumah.
  • Anjing membantu mobilitas dan keseimbangan. "Lansia yang rutin berjalan-jalan dengan anjingnya cenderung memiliki keseimbangan yang lebih baik dan lebih jarang jatuh," lapor Dr. Goldman. "Ketika sendi terus bergerak, kekakuan berkurang dan rasa sakit pun dapat berkurang, sehingga mobilitas pun membaik."

Manfaat Memiliki Anjing bagi Anak-Anak

Orang-orang dari segala usia bisa mendapat manfaat dari memiliki anjing, termasuk anak-anak. Dr. Goldman berbagi tiga manfaat utama:

  • Anjing mengajarkan tanggung jawab dan keterampilan hidup. Bahkan anak kecil pun bisa membantu menuangkan makanan ke mangkuk atau membawa tempat minum. Anak yang lebih besar bisa membantu berjalan dan merawat anjing. "Ini mengajarkan keterampilan dasar yang dapat memengaruhi rasa tanggung jawab anak terhadap diri sendiri dan orang lain," kata Dr. Goldman.
  • Anjing membantu perkembangan emosional. "Anak-anak dan anjing mereka bisa membentuk ikatan yang sangat istimewa, yang terbangun dari tumbuh dan bermain bersama," ujar Dr. Goldman. Anjing bisa menjadi sumber kenyamanan, pemicu empati, dan pembantu regulasi emosi bagi anak.
  • Anjing mendukung perkembangan sosial. Ikatan yang aman antara anak dan anjing dapat meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri anak. "Anjing juga menuntut perhatian dan menyukai sosialisasi," catat Dr. Goldman. "Ini bisa membuat anak menjadi lebih nyaman dalam situasi sosial berkat anjingnya yang suka bergaul."

(*)

Sesuai Minatmu
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas