Bukan Sekadar Gondok, Ini Pentingnya Mengenali Benjolan di Leher Sejak Dini
Banyak orang panik ketika menemukan benjolan di leher karena langsung mengaitkannya dengan kanker. Padahal tak semua pembesaran tiroid bersifat ganas.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Masyarakat masih sering menyamakan gondok dengan gondongan. Padahal keduanya berbeda
- Menerangkan gondongan biasanya berkaitan dengan infeksi virus, sementara gondok berkaitan dengan pembesaran tiroid
- Banyak orang panik ketika menemukan benjolan di leher karena langsung mengaitkannya dengan kanker. Padahal tidak semua pembesaran tiroid bersifat ganas
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang baru menyadari ada benjolan di leher setelah ukurannya membesar atau mulai mengganggu penampilan.
Sebagian menganggap itu hanya gondok biasa. Sebagian lain mengira gondongan. Padahal, benjolan di area leher tidak selalu sama penyebabnya.
Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Onkologi RS Pondok Indah – Pondok Indah, dr. Diani Kartini, Sp.B, Subsp.Onk (K), mengatakan masyarakat perlu memahami bahwa benjolan di leher harus dikenali lebih awal karena bisa berasal dari berbagai struktur tubuh, termasuk kelenjar tiroid.
“Jadi untuk kanker tiroid atau benjolan di tiroid, sebaiknya memang kita cek sendiri juga bisa seperti payudara kan SADARI. Nah kalau tiroid itu ya kita bisa cek leher sendiri apakah ada benjolan atau tidak,” ujarnya pada media briefing yang diselenggarakan di Menteng Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2026).
Baca juga: Mengapa Suara Serak Bisa Jadi Gejala Kanker Tiroid? Ini Penjelasan Medisnya
SADARI sendiri adalah singkatan dari Pemeriksaan Payudara Sendiri. Ini adalah langkah awal yang sangat penting untuk mendeteksi adanya kelainan, seperti benjolan atau perubahan fisik pada payudara
Gondok dan Gondongan Itu Berbeda
Menurut dr Diani, masyarakat masih sering menyamakan gondok dengan gondongan. Padahal keduanya berbeda.
“Kalau blau itu biasanya untuk mumps (gondongan). Jadi bukan untuk gondok. Bedakan gondok sama gondongan,” jelasnya.
Ia menerangkan gondongan biasanya berkaitan dengan infeksi virus, sementara gondok berkaitan dengan pembesaran tiroid.
“Gondok itu yang kurang yodium. Kalau dulu waktu kecil ada gondongan, itu kan virus. Beda. Gondok sama gondong,” katanya.
Selain penyebab berbeda, lokasi pembengkakannya juga berbeda.
“Gondongannya bedanya itu memang simetris. Tapi lokasinya beda. Satunya di sini, satunya di tengah. Di tengah tiroid,” jelasnya.
Tidak Semua Benjolan Tiroid Berarti Kanker
Banyak orang panik ketika menemukan benjolan di leher karena langsung mengaitkannya dengan kanker. Padahal tidak semua pembesaran tiroid bersifat ganas.
“Tiroid yang besar itu pasti ganas? Belum tentu juga,” ujar dr Diani.
Ia menjelaskan dokter biasanya membedakan benjolan jinak dan ganas lewat pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang.
“Dari pemeriksaan fisik sama pemeriksaan penunjang, antara jinak dan ganas itu berbeda,” katanya.
Contohnya, benjolan yang keras bisa menimbulkan kecurigaan tertentu.
“Misalnya dari pemeriksaan fisik, saya menemukan kok ada kerasnya gitu. Saya curiga ini pasti ganas. Tetapi kalau misalnya dia ada lunak padat, kemungkinan dia jinak,” ujarnya.
Deteksi dini menjadi hal penting karena ukuran dan penyebaran kanker memengaruhi peluang keberhasilan terapi.
Karena itu, masyarakat dianjurkan mengenali kondisi leher sendiri.
“Nah jika ada benjolan, kita segera hubungi dokter untuk melihat sebenarnya benjolan itu apa. Apakah itu dari tiroid atau kelenjar getah bening atau yang lain misalnya dari soft tissue atau lemak,” kata dr Diani.
Ia juga mendorong agar pemeriksaan tiroid mulai masuk dalam kebiasaan medical check-up.
“Pemeriksaan USG tiroid sebaiknya memang dimasukkan dalam paket pemeriksaan untuk check up. Karena semakin dini diketahui adanya kanker tentunya akan harapan hidupnya akan semakin baik,” pungkasnya.
(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.