Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

BKNDI Gelar Seminar Kebangsaan di Ternate, Maluku Utara

Dewan Pimpinan Nasional Badan Koordinasi Nasional Desa se Indonesia (DPN BKNDI) akan menggelar Seminar Nasional Kebangsaan

BKNDI Gelar Seminar Kebangsaan di Ternate, Maluku Utara
TRIBUNNEWS.COM/IST
Dewan Pimpinan Nasional Badan Koordinasi Nasional Desa se Indonesia (DPN BKNDI) akan menggelar Seminar Nasional Kebangsaan bertema Refleksi Mensejahterakan Ekonomi Masyarakat Desa Dengan Memperkuat Nilai Nilai Kebangsaan, pada 10 - 11 April bertempat di Hotel Grand Dafam Bela, Ternate. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Pimpinan Nasional Badan Koordinasi Nasional Desa se Indonesia (DPN BKNDI) akan menggelar Seminar Nasional Kebangsaan bertema ‘Refleksi Mensejahterakan Ekonomi Masyarakat Desa Dengan Memperkuat Nilai Nilai Kebangsaan’. Seminar yang diselenggarakan bersama DPW BKNDI Maluku Utara ini diharapkan dihadiri oleh Presiden RI, Ir Joko Widodo dan dilangsungkan di Hotel Grand Dafam Bela, Ternate pada 10 – 11 April. Acara ini akan dihadiri oleh 2.000 peserta dari UMKM, BUMDes dan petani se Maluku Utara.

Sebagai pembicara akan hadir  Jenderal TNI (Purn) Dr Moeldoko, SIP, Ka Staf Kepresidenan RI,  Eko Putro Sandjojo, BSEE, MBA, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI,Sri Mulyani Indrawati, SE, MSc, PhD, Menteri Keuangan RI, Jendral TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, Menteri Pertahanan RI, Komjen Pol (Purn) Drs Syafrudin, Msi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, Ir Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Msc, PhD, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI.  Acara ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba, Lc dan Walikota Ternate, Dr H Burhan Abdurahman SH, MM.

‘’Seminar nasional ini adalah kegiatan rutin BKNDI yang diselenggarakan setiap tahun.Kali ini kami memilih Maluku Utara sebagai tuan rumah.  Pemilihan Mauluk Utara adalah karena propinsi tersebut merupakan satu dari empat propinsi binaan BKNDI yang termasuk dalam katagori daerah tertinggal. Mengapa justru memilih di daerah tertinggal, adalah agar wilayah ini mendapat perhatian pemerintah,’’ jelas Isra A Sanaky, SH, MH, Ketua Umum BKNDI kepada wartawan di Jakarta kemarin.

Menurut Isra, BKNDI memiliki 5 program unggulan, yaitu pembinaan UMKM dan BUMDes,  pembinaan kelompok pertanian, pembinaan kelompok peternakan, membantu mengelola sumber daya para kepala desa dan  melakukan dukungan terhadap kebijakan pemerintah secara nasional.

‘'Acara kebangsaan ini dipaketkan dengan berbagai item kegiatan, salah satunya adalah materi pemberdayaan, yaitu mensosialisasikan nilai nilai kebangsaan terhadap masyarakat. Kenapa kita lakukan, karena saat ini masyarakat Indonesia di seluruh daerah sudah mulai terjadi pergeseran ideologi, orang tidak lagi mengerti apa itu nilai kebangsaan, apa itu nilai nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika juga sudah mulai hilang. Begitu juga rasa persaudaraan dan gotong royong juga sudah mulai hilang. Berangkat dari kondisi itulah seminar ini diselenggarakan. Kami ingin kembali mensosialisasikan nilai-nilai kebangsaan, tujuan negara ini  dibentuk  kepada masyarakat, terutama di desa –desa,’’ terang Isra A Sanaky.

Selama ini orang beranggapan bahwa nilai-nilai kegotongroyongan dan  persatuan dan kesatuan ini masih kuat di desa-desa, tetapi kenyatannya tidak lagi begitu. Terjadinya pergeseran nilai-nilai dikarenakan pola kemiskinan yang makin melebar di tengah masyarakat, terutama masyarakat di pedesaan, pesisir dan bahkan sebagian di wilayah perkotaan.

‘’Mereka tinggal di negara sendiri, tapi hidup dalam kemiskinan. Mereka lalu merasa, bahwa negara tidak hadir untuk mereka. Negara mereka rasakan tidak memiliki fungsi apapun bagi kehidupan mereka. Padahal sesungguhnya negara hadir untuk memerdekakan manusia, warga negaranya, merdeka dari kemiskinan. Dari sanalah kemudian nilai nilai kebangsaan itu  melemah. Terjadinya berbagai peristiwa kriminal, perampokan, pembunuhan karena tingkat kemiskinan yang tinggi. Maka makna Pancasila, makna kebangsaan yang notabene  mengatur tentang etika moral itu hilang karena kemiskinan,’’ papar Isra A Sanaky.

Karena itulah, seminar ini diselenggarakan, dengan tujuan kembali mensosialisasi nilai kebangsaan. Pemerintah dalam hal ini Presiden, yang harus mengangkat  masalah ini  dan hadir langsung menyentuh masyarakat. Masyarakat saat ini adalah masyarakat milenial yang sudah terputus generasinya dari para pendauhulu, yakni para pahlawan yang berjuang memerdekakan bangsa ini dari penjajahan, karena itu mereka kembali membutuhkan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan tersebut.  

Isra mengkritisi kondisi saat ini, dimana pemerintah terus menaikan gaji ASN,namun kurang memperhatikan rakyat yang bukan ASN.

‘’Jangan hanya melihat tingkat kesejahteraan perangkat negara atau ASN saja yang gajinya dinaikan, tetapi bagaimana dengan masyarakat bawah.Siapa yang memperhatikan mereka, siapa yang bisa menaikkan kesejahteraan mereka? Disinilah BKNDI hadir. BKNDI hadir untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat desa,’’ tegas Isra A Sanaky.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: FX Ismanto
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas