Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kopi Liberika Meranti, Inovasi Desa Kedaburapat di Lahan Gambut

Di Indonesia, kopi melimpah ruah dan setiap daerah memiliki karakternya masing-masing.

Kopi Liberika Meranti, Inovasi Desa Kedaburapat di Lahan Gambut
ISTIMEWA
Kepala Desa Kedaburapat, Mahadi mengatakan, untuk menunjang aktivitas ekonomi petani kopi Liberika Meranti, dana desa yang diterima Desa Kedaburapat dimanfaatkan untuk memperbaiki jalan usaha tani. 

Hakim bahkan sudah mematenkannya ke tingkat pusat lewat Kementerian Pertanian dan Kementerian Hukum dan HAM dengan nama kopi Liberika Meranti.  Bicara soal bibit, Hakim mengatakan jika ia memiliki 222 batang induk pohon kopi liberika dan sudah mempunyai  varietas unggul nasional. 

Meski tumbuh di tanah gambut namun ada perlakuan unik pada tanah untuk proses penanaman Kopi Liberika Meranti. Sebelum penanaman, tanah gambut dipadatkan terlebih dahulu selama 3-4 tahun. Sembari menunggu tanah padat, warga menyiapkan bibit kopi yang sudah disemai di dalam polybag.

Setelah tanah memadat, gambut tersebut kembali dibersihkan dengan membuat pancang lobang dengan kedalaman 40 x 40 cm dan didiamkan selama setengah bulan.

Kemudian membuat parit-parit kecil sebagai jalannya air yang dihasilkan oleh gambut tersebut.Sementara untuk pemupukan sebaiknya diberikan 3-4 kali selama setahun dengan pupuk organik saja.

Menurut Hakim tanaman kopi Liberika Meranti dipanen setiap 20 hari sekali.Dalam sekali panen, bisa mencapai 100 kg, dengan kisaran harga jual kopi besarannya Rp2.500/kg.Setiap petani bisa mendapat Rp 250 ribu per 20 hari.Hasil panen kopi Liberika tersebut, dikatakan Hakim, diekspor ke berbagai negara tetangga, terutama ke Malaysia.

"Selain untuk konsumsi diminum, kami juga tengah mengembangkan  inovasi lain untuk produk kopi Liberika, yakni untuk pengharum ruangan dan mobil. Kami berharap dengan inovasi-inovasi ini produk kopi Liberika Meranti menjadi lebih unggul dan dapat mengharumkan nama desa dan nama Indonesia," jelas Hakim.

Adapun inovasi desa dan hasil positif tersebut tak lepas dari peran pemerintah pusat, melalui Kementerian Desa PDTT. Lewat Dana Desa yang digulirkan pemerintah pusat dan dikawal penggunaannya  oleh Kementerian Desa, desa didorong untuk berinovasi agar menjadi semakin mandiri dan meningkatkan kesejahteraan seluruh warganya.

Kepala Desa Kedaburapat, Mahadi mengatakan, untuk menunjang aktivitas ekonomi petani kopi Liberika Meranti, dana desa yang diterima Desa Kedaburapat dimanfaatkan untuk memperbaiki jalan usaha tani. 

Dengan perbaikan jalan usaha tani, petani kopi yang sebelumnya hanya dapat mengangkut hasil panen kopi sebanyak 50 kilogram dengan menggunakan sepeda kayuh, kini, petani kopi dapat mengangkut hasil panen kopi sebanyak 200 kilogram dengan menggunakan gerobak yang ditarik sepeda motor.

Perlu diketahui letak desa Kedaburapat berada di gugusan pulau terluar di Selat Malaka, memiliki tantangan yang tak mudah.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas