Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Gelar INAFOR 2019, KLHK Akan Bahas Agenda Ini

Badan Litbang Dan Inivasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengadakan konfrensi Internasional ke 5 Peneliti Kehutanan Indonesia

Gelar INAFOR 2019, KLHK Akan Bahas Agenda Ini
KLHK
konfrensi Internasional ke 5 Peneliti Kehutanan Indonesia (INAFOR - Indonesia Foresty Researchers) di IPB International Convention Center, Kota Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

Badan Litbang Dan Inivasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengadakan konfrensi Internasional ke 5 Peneliti Kehutanan Indonesia (INAFOR - Indonesia Foresty Researchers) di IPB International Convention Center, Kota Bogor.

Pembukaan INAFOR dilakukan pada Selasa (27/8/2019) dengan dihadiri oleh sekitar 700 peneliti dari luar dan dalam negeri.

Akan ada tiga agenda utama yang akan dibahas pada Konferensi Ke 5 INAFOR.

Diantaranya adalah seminar utama dan pameran produk iptek dan inovasi, lima seminar subtema daj open campus day ke kantor BLI Bogor Jalan Gunung Batu.

Kepala Badan Litbang Inovasi KLHK selaku Agus Justianto mengatakan bahwa pihaknya mengundang banyak peneliti dan keynote speaker dari dalam dan luar negeri.

"Karena kita ingin acara pusat penelitian dan pengembangan inovasi ini menjadi ownership dari semua pihak oleh karena itu kita melibatkan para stalkholde dari para INAFOR ini sehingga tujuan kita untuk mempromosikan bahkan memasarkan hasil hasil penelitian pengembangan dan penelitian inovasi ini bisa cepat tercapai," ujarnya.

Nantinya kata Agus, pemerintah selaku oengambil kebijakan juba bisa membuat suatu orogram atau kebijakan yang berdasarkan hasil riset.

"Jadi dalam pengambilan kebijakan atau diskusi making proses itu itu berdasarkan hasil penelitian atau scientifik desk defident sehingga kebijakan yang dilaksanakan bisa sesuai dengan kondisi yang ada  karena kibijakan tanpa adanya dasar kajian ilmiah ini sering tidak tepat sasaran dan kami di badan litbang dan inovasi ini diharapkan bisa dari kementerian hidup dan kehutanan karena kita menyadari karena apalagi dengan adanya komitmen dari bapak presiden bahwa hasil penelitian ini akan digunakan dalam setiap pengambilan keputusan atau kbijakan," katanya.

Selain itu kata Agus ada lima tema yang dibahas yakni mengadopsi bioenergi terbarukan dan pemanfaatan limbah untuk mendukung ekonomi sirkular dan lingkungan, solusi inovatif untuk mengelola hutan tropis dan pelestarian keanekaragaman hayati, menerjemahkan ilmu pengetahuan ke dalam kebijakan dan tindakan iklim.

Tak hanya itu, ada juga pembahasan untuk mengelola sumber daya genetik hutan dalam mengubah lingkungan dan lansekap dan terakhir peran ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung leningkatan kualitas lingkungan.

"Kita berharap dalam pengambilan kebijakan berdasarkan hasil penelitian, sehingga kebijakan nanti sesuai dengan kondisi yang ada. Hasil dari konferensi ini juga akan segera kami rekomendasikan kepada pemerintah dan pihak terkait," ucapnya.

Sementara itu mengenai anggaran Agus menyebut anggaran yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian cukup besar.

"Tahun depan dana yang tersedia Rp 393 miliar, kalau kebutuhan itu sekitar Rp 700 milar," ucapnya.

Ia pun nerharap  dana abadi yang direncanakan Presiden Joko Widodo untuk keperluan penelitian segera terealisasi agar penelitian dan teknologi Indonesia tidak ketinggalam dengan negara lain.(*)

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas