Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kementan Berpartisipasi Aktif dalam Kegiatan Jelajah Desa Pangan

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi mewakili Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan 1.2 ton benih padi, 2 traktor dan cul

Kementan Berpartisipasi Aktif dalam Kegiatan Jelajah Desa Pangan
Ist
Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi mewakili Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan 1.2 ton benih padi, 2 traktor dan cultivator kepada gapoktan di desa Cijagang, Cianjur Jawa Barat dalam acara Jelajah Desa Pangan, Sabtu (7/8/2019). 

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Agung Hendriadi mewakili Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan 1.2 ton benih padi, 2 traktor dan cultivator kepada gapoktan di desa Cijagang, Cianjur Jawa Barat dalam acara Jelajah Desa Pangan, Sabtu (7/8/2019).

Dalam sambutannya Agung mengatakan, Indonesia tidak lagi sebagai importir tapi sudah menjadi eksportir pangan, meskipun masih ada beberapa komoditas belum dapat dipenuhi dari dalam negeri.

"Peran desa dalam memproduksi pangan sangat menentukan ketahanan pangan kita. Kementerian Pertanian mendorong generasi muda, mencintai pertanian dengan memanfaatkan teknologi modern dalam kegiatan pertanian dan mengembangkan pendidikan vokasi," jelas Agung.

Acara Jelajah Desa Pangan difokuskan di Desa Cijagang Kecamatan Cikalong Kulon Kabupaten Cianjur. Acara ini merupakan kerjasama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dengan menggandeng Little Jeep Owner Community (LJOC), dengan tujuan mengembalikan status desa sebagai sentra produksi pertanian dan pangan, serta mengembalikan minat generasi muda terhadap pertanian. Kementerian Pertanian berpartisipasi aktif dalam acara ini.

Agung menyambut baik acara ini, karena dapat menjadi trigger dalam kegiatan pertanian ke depan, apalagi jika desa-desa sasarannya adalah desa rentan rawan pangan dan stunting.

Menurut Agung, untuk mengatasi masalah kerentanan pangan dan stunting perlu melibatkan berbagai lintas sektor, karena persoalannya komplek.

"Kedepannya, acara Jelajah Desa Pangan ini perlu menggandeng kementerian kementerian terkait seperti Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, dan lainnya," jelasnya.

Dukungan dari Kementan ini disambut antusias Ketua panitia pelaksana Jelajah Desa PanganTony Setiawan dari LJOC.

Dalam acara yang mengambil tema "Menembus Batas Menggalang Aspirasi", Tony menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara agraris yang mestinya mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri dari hasil produksi sendiri. Oleh karena itu desa-desa diharapkan tetap menjalankan fungsinya sebagai penghasil pangan, dengan menjaga dan mempertahankan lahan pertanian untuk produksi pangan.

"Contohnya Desa Cijagang ini. Desa ini berpotensi menjadi desa wisata, karena ada objek wisata religius, sehingga harus dijaga kelestariannya dengan mengembangkan desa wisata berbasis pertanian," ujar Tony.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas