Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

"Diplomasi Sambel" Ala eSambelin Cak Mono: Dari Dapur Rumahan Menembus Mancanegara

Di setiap acara kongkow-kongkow alias Diplomasi Sambel dengan teman, selalu ada menu sambel hasil ulekan, olahan, dan racikan tangan Darmono

KUKM
Berawal dari keisengan, eSambelin Cak'Mono kini bisa menembus pasar mancanegara 

Tingkat kepedasannya pun kini sudah terbagi dua, yaitu pedas asyik dan pedas bingits. "Dari 250 botol yang sudah diserap pasar, ada masukan dari yang suka yang sangat pedas dan yang tidak terlalu suka sangat pedas. Jadi, saya bikin dua tingkat kepedasan," ulas Darmono.

Dengan memiliki dua orang karyawan, Darmono tetap menjaga kualitas eSambelin Cak'Mono dengan cara melakukan sendiri proses produksinya. Dari mulai belanja bahan baku ke pasar, memilih sambel, sampai proses membuat sambelnya. "Saya masih tradisional mengolah semuanya," imbuh Darmono.

Meski begitu, Darmono tetap menjaga unsur higienitas dari produk sambelnya. "Kedua karyawan saya tugasnya memasukkan sambel ke botol, dengan kostum bersih dan tertutup," ungkap Darmono.

Namun, untuk pemasaran, Darmono sudah memanfaatkan kemajuan teknologi melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan yang lainnya. "Pesanan sambel mulai banyak melalui Medsos," kata Darmono.

Dengan titik terang yang diraih dari bisnis sambelnya itu, Darmono mengajak generasi muda kalangan milenial untuk mulai berani melangkahkan kaki menjadi wirausaha pemula. "Bagi saya, berbisnis itu berproses mulai dari titik nol, membuka banyak jaringan untuk pemasaran, dan menjaga kepercayaan konsumen," tandas Darmono.

Kemasan produk juga menjadi syarat yang tidak bisa dianggap remeh. "Kemasan itu menjadi hal penting yang tak bisa diabaikan, karena berkaitan dengan tingkat rasa estetika konsumen," kata Darmono.

Darmono berpesan, jangan membangun sebuah bisnis bila pasarnya belum terbentuk dan belum terlihat. "Langkah berikutnya adalah membangun pasar-pasar baru," ucap Darmono.

Keseriusan Darmono menekuni eSambelin Cak Mono tak bisa diragukan lagi. Terbukti, usaha sudah memiliki IUMK (ijin usaha mikro dan kecil). "Hak merek dan BPOM dalam proses pengurusan," pungkas Darmono.(*)

Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas