Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Teaching Farm Vokasi Pertanian Kementan Tetap Exis saat Corona Menyerang

Dalam kondisi PSBB kebutuhan asupan pangan dan gizi harus tetap berjalan karena setiap manusia butuh makan dan gizi yang cukup.

Teaching Farm Vokasi Pertanian Kementan Tetap Exis saat Corona Menyerang
Kementan
Di tengah pandemi covid 19, SMK PP Negeri sembawa sebagai salah satu lembaga vokasi pertanian milik BPPSDMP Kementan tetap exis mendukung program pertanian 

TRIBUNNEWS.COM - Beberapa daerah di Indonesia telah melakukan pembatasan sosial bersekala besar (PSBB), begitu pula Sumatera Selatan. Saat ini di Sumatera Selatan ada 2 daerah yang masuk ke dalam zona merah penyebaran Pandemi Covid-19.

Dalam kondisi PSBB kebutuhan asupan pangan dan gizi harus tetap berjalan karena setiap manusia butuh makan dan gizi yang cukup.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo atau yang kerap kali disapa SYL mengungkapkan "Masalah pertanian adalah kebutuhan keseharian masyarakat, tidak ada orang yang tidak makan, oleh karena itu pertanian jangan berhenti".

Senada dengan SYL, Kepala Badan Pengembangan dan Penyuluhan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr menyebutkan pertanian tidak boleh berhenti, harus tetap berupaya memproduksi hasil-hasil pertanian.

Di tengah pandemi covid 19, SMK PP Negeri sembawa sebagai salah satu lembaga vokasi pertanian milik BPPSDMP Kementan tetap exis mendukung program pertanian tidak boleh berhenti, dengan mampu menghasilkan 600 butir telur puyuh setiap harinya.

Burung mungil dengan nama latin coturnix coturnix japonica di dibudidayakan sejak awal tahun 2020, banyak dibudidayakan untuk dijual telurnya. Meski telurnya berukuran kecil, dengan berat 50-70 gram per butir tidak sebesar telur ayam.

Meskipun begitu telur puyuh mengandung 13 persen protein, sementara telur ayam hanya mengandung 11 persen protein.

Hanya dengan kandang berukuran panjang 100 cm, lebar 60 cm dan tinggi 30 cm, dengan kapasitas 30-35 ekor puyuh siap produksi.

SMK PP Negeri Sembawa memiliki 600 ekor burung puyuh, ini adalah salah satu kegiatan teaching farm yang dikelolah oleh siswa generasi muda pertanian serta mampu menunjang kebutuhan pangan dan gizi masyarakat.

Di masa covid ini kebutuhan protein serta gizi yang sangat banyak untuk menjaga agar imunitas tubuh tetap prima, membuat telur puyuh menjadi salah satu potensi komoditi usaha yang sangat berpeluang luas.

"Karena permintaan telur puyuh di daerah Sembawa dan sekitarnya cukup tinggi, maha budidaya puyuh petelur mempunyai potensi yang baik untuk dikembangkan sebagai usaha di bidang pertanian" tutur Kepala SMK PP Sembawa. (*)

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas