Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

FAO: Jangan Timbun Makanan di Rumah

Food and Agriculture Organization of The United Nation (FAO-UN) menyatakan tidak perlu bagi masyarakat untuk menimbun makanan di rumah, sebab pandemi

FAO: Jangan Timbun Makanan di Rumah
puspen tni/puspen tni
JAGA KETERSEDIAAN PANGAN - 6 personel Pos Kuler Yonif MR 411/Pdw Kostrad membantu panen padi warga binaan di Kampung Kuler, Distrik Naukenjerai, Kab.Merauke, Papua. Selasa (28/4/2020). Dansatgas Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han. Mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk membantu meringankan beban pekerjaan petani, juga untuk memastikan tersedianya bahan pangan selama penerapan karantina wilayah di Papua karena pandemi corona. (Puspen TNI) 

TRIBUNNEWS.COM - Badan Pangan dan Pertanian PBB atau Food and Agriculture Organization of The United Nation (FAO-UN) menyatakan tidak perlu bagi masyarakat untuk menimbun makanan di rumah, sebab pandemi COVID-19 tidak secara langsung mempengaruhi produksi.

Kepala perwakilan FAO Indonesia, Stephen Rudgard dalam rilisam pers yang diterioma Tribunnews, Selasa (5/5/2020), mengajak masyarakat untuk menghargai para pahlawan pangan. Pahlawan itu menurutnya adalah petani, nelayan, peternak, pengemudi yang membawa hasil pertanian dan pedagang di pasar.

“Sudah saatnya bagi kita untuk memperhatikan satu sama lain dan menghargai mereka yang berada di garis depan dalam pandemi ini. Mereka yang memproduksi pangan untuk kita makan setiap hari di masa yang sulit ini,” kata Stephen Rudgard.

Baca: Kementan Yakin Produksi Pangan Indonesia Cukup Kuat dan Terkendali

“Beli makanan dari usaha kecil setempat, hargai petani, nelayan dan peternak yang memproduksi pangan, berbelanja dengan bijaksana, dan makan makanan sehat,” ujar dia.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Ekonomi IPB, Muhammad Firdaus mengapresiasi upaya pemerintah dalam menata sistem distribusi pangan.

“Sistem distribusi pangan perlu ditata dengan baik untuk mengurangi disparitas harga antarwilayah," ujar Firdaus.

Baca: Jokowi Minta Percepat Musim Tanam untuk Antisipasi Ketersediaan Bahan Pangan

Data stok terkini dan prediksi ketersediaan pangan menurut Muhammad Firdaus juga juga sudah dibuat sangat lengkap.

“Ini bagus dan perlu diketahui publik, supaya masyarakat lebih tenang,” pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas