Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Memasuki New Normal, Mentan Syahrul Pastikan Bahan Pokok Aman Dan Terkendali

Mentan Syahrul Yasin Limpo memastikan bahwa sebelas bahan pokok nasional masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Memasuki New Normal, Mentan Syahrul Pastikan Bahan Pokok Aman Dan Terkendali
dok. Kementan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada Upacara Hari Kelahiran Pancasila yang diikuti pejabat dan seluruh pegawai Kementerian Pertanian yang digelar secara virtual. 

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta - Memasuki masa transisi new normal pandemi Covid 19, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan bahwa sebelas bahan pokok nasional masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Bahkan, Mentan menegaskan sebelas kebutuhan itu berada dibawah pengawasan pemerintah.

"Sampai dengan bulan Juni ini Alhamdulillah 11 bahan pokok kita dalam kondisi aman. Tinggal bagaimana kita memperhatikan soal pendistribusiannya," ujar Mentan saat mengikuti diskusi bersama Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Kamis (4/6/2020).

Adapun sebelas bahan pokok yang dimaksud itu diantaranta adalah padi beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, cabai rawit, daging sapi, daging ayam, telur ayam, gula, dan minyak goreng.

Menurut Mentan, perkiraan ketersediaan beras saat ini kurang lebih mencapai 21 juta ton dengan prediski kebutuhan 12 juta ton.

Adapun perkiraan stok beras sampai dengan bulan September mendatang mencapai 8,5 juta ton.

"Kami memastikan bahan pangan pokok tidak bersoal, hal itu dibuktikan dengan kita melewati bulan suci Ramadhan dan hari Lebaran dengan tidak adanya kenaikan harga yang begitu melonjak," katanya.

Di samping itu, pemerintah juga terus menyiapkan antisipasi kemungkinan adanya kemarau panjang, kemurian sirklus lima tahunan serangan hama dan terjadinya krisis panhan dunia seperti yang disampaikan badan pangan dunia, Food and Agriculture Organization (FAO).

"Untuk itu, kami memiliki tiga strategi dalam mengantisipasi dampak buruk tersebut. Pertama kami melakukan agenda SOS atau emergency, kemudian agenda temporary (jangka menengah), dan terakhir agenda permanen (jangka panjang)," katanya.

Ketiga strategi itu, kata Mentan, diharapkan dapat mendorong dan mempercepat program bantuan sarana produksi dan mengakselerasi produksi pertanian serta mendorong kelancaran distribusi bahan pokok.(*)

Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas