Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bersama Cegah Penyebaran Covid-19, Dirjen IKP: Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan!

Survey yang dilakukan oleh Satgas COVID, mengatakan dari tiga hal yang harus diterapkan, menjaga jarak itu paling sulit untuk diterapkan di masyarakat

Bersama Cegah Penyebaran Covid-19, Dirjen IKP: Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan!
Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas PPSU menyelesaikan pembuatan mural sosialisasi bahaya Covid-19 di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (10/8/2020).Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perubahan perilaku masyarakat merupakan ujung tombak penanganan virus Corona. Artinya, penanganan virus Corona akan berhasil jika masyarakat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak, mencuci tangan, dan pakai masker.

Survey yang dilakukan oleh Satgas COVID, mengatakan dari tiga hal yang harus diterapkan, menjaga jarak itu paling sulit untuk diterapkan di masyarakat.

Jaga jarak dianggap merupakan kebiasaan baru yang paling sulit dilakukan karena manusia pada hakikatnya sebagai makhluk sosial yang terbiasa berkumpul, bertemu, bertegur sapa dengan jarak dekat.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Widodo Muktiyo menghimbau agar masyarakat untuk lebih makin meningkatkan kewaspadaan dan menjaga jarak saat berinteraksi.

“Saat ini masyarakat harus lebih hati-hati karena jumlah penambahan positif Covid-19 menigkat cukup signifikan, untuk itu masyarkat dapat memaksimalkan pengunaan teknologi virtual dalam berinteraksi, seandainya terpaksa harus tatap muka perhatikan protocol kesehatan ketat dan jaga jarak,” ujar Widodo melalui siaran persnya, Senin (21/9).

Pemerintah terus mensosialisasikan kebiasaan baru untuk mencegah penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat, salah satunya adalah menjaga jarak.

“Minggu-minggu ini kita mulai bagaimana kita harus menjaga jarak, bagaimana kita berinteraksi betul-betul jaga jarak, paling tidak tangan kita itu kita bentangkan, juga tangannya orang lain yang kita bicara itu sama, kurang lebih 1,5-2 meter,” tambahnya.

Menurut Widodo, dengan menjaga jarak sejauh dua meter ketika masyarakat berinteraksi satu sama lain akan mencegah terjadinya penyebaran virus tersebut. Mengingat, daya jangkau percikan air yang berasal dari hidung maupun mulut tidak akan mampu mencapai jarak aman tersebut.

"Dengan jaga jarak akan terhindar dari droplet yang bisa terjadi ketika individu saling berinteraksi," tuturnya.

Dilansir dari situs covid19.go.id, Jaga Jarak efektif melindungi diri dari COVID-19, karena virus penyebab COVID-19 dapat berpindah lewat percikan air dari mulut dan hidung orang yang bicara, batuk, atau bersin.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas