Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kemenhub Mediasi Penyelesaian Hak Pelaut yang Meninggal di Kapal Kounen Maru

Penyerahan santun Rp 304.678.425 diserahkan oleh PT Anugerah Bahari Pasifik kepada ahli waris La Irfan, perwakilan keluarga dari Alm. La Ode Wawan.

Kemenhub Mediasi Penyelesaian Hak Pelaut yang Meninggal di Kapal Kounen Maru
Ditjen Perhubungan Laut
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan kembali menggelar mediasi penyelesaian hak dari Alm. La Ode Wawan, seorang pelaut (Anak Buah Kapal/ABK) yang meninggal saat bekerja di Kapal Kounen Maru, Jakarta, Senin (14/4/2021). 

TRIBUNNEWS.COM – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan kembali menggelar mediasi penyelesaian hak dari Alm. La Ode Wawan, seorang pelaut (Anak Buah Kapal/ABK) yang meninggal saat bekerja di Kapal Kounen Maru. Mediasi tersebut digelar antara PT Anugerah Bahari Pasifik dengan La Irfan, yaitu ahli waris dari La Ode Wawan.

Memastikan penyelesaian hak-hak pelaut yang meninggal saat bertugas merupakan salah satu bentuk kehadiran Pemerintah sekaligus bentuk kepedulian Ditjen Perhubungan Laut dalam memberi perlindungan terhadap pelaut Indonesia. Demikian disampaikan oleh Kasubdit Kepelautan Jaja Suparman yang memimpin mediasi tersebut di kantor Kementerian Perhubungan di Jakarta, Rabu (14/4/2021).

Ia menilai, upaya mediasi seperti ini merupakan salah satu bentuk pelayanan konkret dan dukungan Pemerintah dalam melindungi hak pelaut serta membantu menyelesaikan permasalahan hingga menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima kedua belah pihak.

Adapun penyerahan santunan tersebut senilai Rp 304.678.425 yang diserahkan oleh PT Anugerah Bahari Pasifik kepada ahli waris La Irfan, yaitu perwakilan keluarga dari dari Alm. La Ode Wawan.

Sebagai informasi, Alm. La Ode Wawan meninggal dunia di kapal Kaounen Maru pada tanggal 3 Desember 2020. Adapun penyerahan jenazah dibantu fasilitasi oleh PT Anugerah Bahari Pasifik kepada pihak keluarga pada tanggal 26 Desember 2020 bertempat di Bandara Soekarno Hatta.

Pada kesempatan tersebut, Jaja juga menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya pelaut tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada kedua belah pihak yang saling kooperatif dalam menyelesaikan proses pemberian santunan/hak-hak pelaut yang meninggal.

Terakhir, Jaja menghimbau kepada seluruh pihak jika ke depan terjadi kecelakaan kru atau ABK kapal yang meninggal saat bertugas agar segera menyelesaikan proses santunan kepada keluarga korban atau ahli waris sehingga mereka tidak membutuhkan waktu untuk menunggu lama.

Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas