Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Kembangkan Kawasan Budidaya Air Tawar, POKDAKAN Kab. Pasaman Raih Omzet Miliaran

Salah satu target utama KKP di antaranya adalah mendorong produktivitas perikanan budidaya berkelanjutan melalui kampung-kampung perikanan budidaya

Kembangkan Kawasan Budidaya Air Tawar, POKDAKAN Kab. Pasaman Raih Omzet Miliaran
KKP RI
Budidaya Air Tawar 

Dia melanjutkan bahwa peran Balai yang telah dan akan dilakukan terhadap pengembangan produksi perikanan budidaya di Pasaman sebagai sentra budidaya air tawar di Sumatera Barat di antaranya adalah memberikan dukungan secara teknis, seperti menyediakan dan memberikan bantuan induk unggul, memberikan bantuan teknis berupa bimbingan teknis dalam pembenihan, monitoring lingkungan dan penyakit ikan, bimbingan dalam produksi pakan mandiri dan lainnya yang terkait teknis budidaya ikan.

Untuk itu, BPBAT Sungai Gelam senantiasa siap mendukung peningkatan produksi perikanan serta pembangunan perikanan budidaya yang mandiri, berdaya saing dan berkelanjutan melalui pemberian bantuan calon induk ikan kepada POKDAKAN. "Dengan program bantuan Gerakan Penggunaan Induk Unggul ini, diharapkan pembudidaya dapat menikmati induk-induk ikan yang jelas asal usulnya dan memiliki keunggulan seperti tumbuh lebih cepat, jumlah telur lebih melimpah, benih lebih seragam dan keunggulan lainnya sehingga bisa meningkatkan keuntungan dan kesejahteraan mereka,” tutur Boyun.

Selain penyerahan bantuan input produksi, BPBAT Sungai Gelam juga melakukan pembinaan kepada POKDAKAN penerima bantuan, salah satunya dalam bentuk pengelolaan bantuan, pendampingan teknologi dan pendampingan akses pasar. Adapun bantuan BPBAT Sungai Gelam kepada Provinsi Sumatera Barat yang terealisasi hingga bulan Mei 2021 kemarin diantaranya berupa pakan mandiri sebanyak 40 ton, calon induk ikan unggul sebanyak 10.000 ekor, bantuan benih ikan sebanyak 637.000 ekor dan bantuan percontohan budidaya ikan sistem bioflok sebanyak 5 paket. “Ada yang sudah dan belum kita kerjakan. Adapun keberhasilan dari semuanya bisa terwujud karena ada sinergisitas yang baik antara Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, Penyuluh dan Kelompok menjadi kunci utama untuk bagaimana mendorong perikanan budidaya sebagai motor penggerak perekonomian khususnya di tengah pandemi Covid-19 yang sedang melanda seluruh dunia ini. Kami berkomitmen penuh untuk bersinergi, baik itu dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi/Kabupaten/Kota, penyuluh, tenaga ahli, maupun akademisi bersama sama mendampingi dan memberikan pembinaan baik teknis maupun manajerial agar bisa berproduksi secara maksimal dan memanfaatkan bantuan yang diberikan secara optimal dan berkelanjutan,” tandasnya.

Ketua Kelompok Saiyo Saolo, Ateng menceritakan kelompoknya, melakukan usaha budidaya ikan mas di kolamnya dengan ukuran rata-rata luas kolam 1 hektare sudah 5 tahun. Masa pemeliharaan selama 4 bulan dengan padat tebar per kolam 25 ribu ekor dan panen diperoleh dengan ukuran konsumsi per kilo isi sekitar 2-3 ekor ikan mas. Harga ikan mas Rp24 ribu – 26 ribu per kg. Pemasaran di Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Dan Ateng mewakili anggota kelompok dan pembudidaya di daerahnya, mengucapkan terima kasih kepada KKP atas bantuan yang diberikan berupa 1.000 ekor calon induk ikan mas dan 180 ekor calon induk ikan lele dari BPBAT Sungai Gelam. "Semoga melalui bantuan calon induk ikan ini, kami dapat terus mandiri dalam usaha budidaya ikan dan meningkatkan pendapatan anggota kami. Adanya bantuan calon induk ini sangat membantu kami pembudidaya ikan, karena dengan adanya calon induk ikan ini, diharapkan mampu memproduksi benih unggul sendiri. Sehingga kami tidak usah lagi membeli benih lagi, modal pun bisa lebih berkurang," ungkapnya.

“Semua anggota kelompok kami menginginkan agar kami bisa lebih untung dalam budidaya ikan. Salah satunya, mampu memproduksi benih sendiri, dan calon induk dari KKP biasanya lebih bagus. Makanya adanya program bantuan ini sangat membantu kami seluruh anggota POKDAKAN Saiyo Saolo. Harapannya, dengan memproduksi benih sendiri, untung kami bisa lebih banyak, dan kami semua bisa lebih sejahtera,” selorohnya.

Selain itu Ateng juga meminta, agar BPBAT Sungai Gelam terus melanjutkan bimbingan teknis kepada kami dan masyarakat sekitar agar dapat termotivasi untuk melakukan budidaya ikan. "Kami masih ingin terus belajar, jadi kami berharap jangan selesai sampai disini. Kami semua kelompok pembudidaya masih ingin diberikan bimbingan agar ke depan hasilnya bisa lebih maksimal lagi, seperti nanti kami bisa memproduksi pakan ikan mandiri yang berkualitas. Selain itu kami juga berharap adanya bantuan excavator untuk pembersihan kolam ikan kami. Disamping itu dirinya juga berterima kasih kepada para penyuluh karena selalu siap dekat kepada kami dan kami berharap bisa terus selalu siap mendampingi kami. Semoga pihak balai, pemerintah daerah, maupun pusat terus membina dan membantu kami semua. Sehingga kami bisa lebih berkembang dari sekarang,” pintanya.(*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas