Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Upaya Airlangga Intensifkan Kerja Politik melalui Pertemuan dengan Para Tokoh Dinilai Sangat Baik

Menurut Pengamat Politik Adi Prayitno, sudah saatnya Airlangga tunjukkan kerja politik di depan publik.

Upaya Airlangga Intensifkan Kerja Politik melalui Pertemuan dengan Para Tokoh Dinilai Sangat Baik
Istimewa
Airlangga saat melakukan pertemuan informal dengan Cak Imin di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Sabtu (25/9/2021) pagi. 

TRIBUNNEWS.COM - Pertemuan ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan ketua umum PKB Muhaimin Iskandar menjadi silaturahmi politik terbaru. Agenda pertemuan pada Jumat di Klaten dan juga Sabtu (25/9/2021) di Jakarta tersebut menjadi pertanda positif usaha Airlangga untuk menjalin komunikasi politik yang lebih intens.

“Saya kira ini bagian dari silaturahmi politik plus-plus dari Airlangga Hartarto,” kata Adi Prayitno, dosen UIN Syarief Hidayatullah, Jakarta.

Adi melihat, Airlangga sudah makin mengintensifkan komunikasi politik dengan berbagai elemen. Ini juga terkait dengan tanggung jawab Airlangga dalam penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

“Aktivitas ini wajib dilakukan oleh Airlangga sebagai bentuk tanggung jawab politik sebagai Menko, maka ia harus menjalankan komunikasi dengan berbagai kepala daerah,” ungkap Adi.

Adi melihat hal itu penting untuk menegaskan bahwa selama ini Airlangga kerjanya sudah mulai terlihat. Akan tetapi publik juga tidak bisa menutup mata bahwa apa yang dia lakukan selama ini punya efek dan insentif yang kemudian dibaca sebagai upaya untuk jalan panjang menuju Pilpres 2024.

Tokoh-tokoh yang ditemui oleh Airlangga baik Ganjar, Cak Imin, Habib Lutfi atau ulama-ulama di Jateng secara simbolisasi menunjukkan bahwa Airlangga sudah melakukan penetrasi ke berbagai aktor dan tokoh-tokoh penting.

Menurut Adi, jika berbicara agenda 2024, bagaimanapun Airlangga termasuk tokoh yang cukup realitis untuk maju dalam Pilpres 2024, terutama dengan posisinya sebagai ketua umum partai Golkar. Terlebih lagi, Airlangga sudah diwajibkan oleh kadernya untuk maju di Pilpres 2024.

“Nah, dua hal itu yang paling mungkin dilakukan oleh Airlangga dan ini sangat bagus. Artinya sambil menyelam minum susu (air),” kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia itu.

Agenda pertemuan Airlangga dengan Cak Imin dan Ganjar serta tokoh-tokoh pesantren di berbagai daerah yang kini mulai digarap, menurut Adi adalah sebagai bagian dari kerja politik itu. “Terutama pertemuan di basis-basis pemilihnya besar seperti di Jateng dan Jatim serta basis NU,” ujarnya.

Adi juga melihat kemesraan Airlangga dengan Muhaimin dari PKB dan NU tentu menjadi bahasa politik bahwa Airlangga tidak punya jarak dan bahkan cukup dekat dengan kelompok Nahdliyin yang basisnya sangat besar.

Halaman
12
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas