Tribun

Airlangga Puji Penanganan Covid-19 di Yogyakarta, Minta Kader Golkar untuk Menangkan Wilayah Itu

Untuk pemulihan ekonomi, Yogyakarta mengalami pertumbuhan ekonomi yang mencapai 11 persen pada kuartal kedua 2011.

Editor: Content Writer
Airlangga Puji Penanganan Covid-19 di Yogyakarta, Minta Kader Golkar untuk Menangkan Wilayah Itu
Istimewa
Ketua KPCPEN dan ketua Umum Partai Golkar, Airlangga hartarto 

TRIBUNNEWS.COM - Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta terus membaik. Hal ini mendapat apresiasi dari Ketua KPCPEN sekaligus ketua Umum Partai Golkar, Airlangga hartarto.

Dari jumlah kasus aktif di wilayah tersebut per 5 Oktober 2021 tercatat 1.064 kasus. Kondisi kesembuhan bahkan di angka 95,95 persen. Jumlah sedikit di bahwa nasional sebesar 95,97 persen. Sementara untuk  kasus kematian tercatat di angka 3,35 persen. Ini lebih baik dari angka kematian nasional sebesar 3,37 persen.

Untuk vaksinasi, Yogyakarta juga sudah menunjukkan  prestasi  yang baik. Vaksinasi di kota pelajar ini sudah mencapai 85,16 persen atau 2.453.402 untuk dosis pertama dan 53,98 persen atau 1.664.503 dosis. Bahkan untuk vaksin dosis ketiga sudah terdapat 20.748 dosis.

Untuk pemulihan ekonomi, Yogyakarta juga patut diapresiasi karena pertumbuhan ekonomi nya mencapai 11 persen pada kuartal kedua 2011. Padahal untuk tingkat nasional hanya 7,07 persen.

“Padahal di Jogja ini tidak ada sumber daya alam. Ini membuktikan bahwa kegiatan ekonomi masyarakat di Jogja ini sudah berjalan baik,” kata Airlangga dalam acara Pembekalan Ketua Umum partai Golkar Airlangga hartarto kepada Kader Partai Golkar di Daerah istimewa Yogyakarta, Jumat (8/10/2021).

Airlangga juga memonitor seluruh penerbangan ke Yogyakarta selama ini sudah berjalan baik. Begitu pula dengan perhotelan, restoran dan kafe di daerah istimewa sudah hampir pulih. “Walaupun saya lihat selama  ini tingkat kepatuhan pakai maskernya hampir kendor. Ini tidak boleh. Berbahaya. Jangan kasih kendor,” kata Airlangga.

Menko perekonomian RI ini juga mengingatkan jika Yogyakarta dari seluruh wilayah di Pulau Jawa, Yogya adalah wilayah yang terlama di level 4. Bahkan saat terjadi puncak kasus Covid-19, di antara wilayah-wilayah di seluruh Pulau Jawa, Bed Occupancy Rate di Yogyakarta ini termasuk paling tinggi.

Ini membuat perhatian KPCPEN ke Yogyakarta sangat tinggi, hingga menurunkan anggota TNI dan Polri untuk membantu menangani kasus di wilayah itu. Airlangga meminta agar tingkat kepatuhan dan kedisiplinan dalam menerapkan 3 M di Yogyakarta juga terus ditingkatkan. Ia tidak mau kasus serupa saat Indonesia mencapai kasus aktif tertinggi sebesar 574 ribu kasus positif terulang lagi.

“Alhamdulilah kita sekarang bisa menangani itu semua dan kasus sudah turun, bahkan kita menjadi salah satu negara yang terbaik dalam menangani pandemi Covid-19,” kata Airlangga.  Saat ini sebagian besar wilayah di Yogyakarta sudah memasuki level 2. Hanya Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul saja yang masih berada di level 3.

Airlangga juga berharap, dalam penanganan pandemi di mana pemerintah menerapkan sistem gas dan rem, maka kini saat Yogyakarta untuk kembali menginjak gas untuk pemulihan ekonomi. “Kalau masih level 4 digas ya ini jebol semua nanti. Makanya gas dan rem itu sangat penting,” ungkap Airlangga.

Selain mengingatkan tentang penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi, Airlangga di depan para kader juga meminta kesiapan mereka agar membawa Golkar jaya di Yogyakarta.

“Golkar kan ingin menang. Untuk menang  itu yang paling penting adalah struktur partai, dan jaringan partai  harus terbentuk dan harus direvitalisasi,” kata Airlangga yang disambut kesiapan para kader.

“Kalau kita mau menang, maka kita harus mempunyai tim yang mau menang. Tim yang mau nonton, suruh pinggir,” tegas Airlangga.

Ia juga meminta pengurus DPP dan DPD pakai kacamata kuda untuk tujuan menang. “Pokoknya harus menang. Caranya kepiye, silakan dipikirkan".

Airlangga juga mengingatkan bahwa Yogyakarta adalah Indonesia mini, di mana banyak kampus dan pelajar dari berbagai daerah. Sebagai kota pelajar, Jogja dipandang penting karena penuh dengan anak muda yang memiliki intelektual dan juga bisa mempengaruhi wilayah-wilayah lain. (*)

Ikuti kami di
berita POPULER
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas