Tribun

Sejalan Dengan Tema BIMP-EAGA ke-25, Seluruh Delegasi Kunjungi Pameran Produk UMKM dan Tanam Pohon

Penyelenggaraan Forum Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-The Philippines – East Asean Growth Area (BIMP-EAGA) ke-25 dilakukan di Kota Pontianak

Editor: Content Writer
zoom-in Sejalan Dengan Tema BIMP-EAGA ke-25, Seluruh Delegasi Kunjungi Pameran Produk UMKM dan Tanam Pohon
Istimewa
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri Forum Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-The Philippines – East Asean Growth Area (BIMP-EAGA) ke-25 di Kota Pontianak 

TRIBUNNEWS.COM - Penyelenggaraan Forum Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-The Philippines – East Asean Growth Area (BIMP-EAGA) ke-25 di Kota Pontianak tidak hanya ditujukan untuk mempercepat pembangunan sosial ekonomi di subkawasan, namun juga membuka peluang bagi Indonesia selaku tuan rumah untuk dapat memperkenalkan berbagai kebudayaan, kekayaan alam, hingga produk-produk dalam negeri untuk ikut bersaing di kancah global.

Usai pelaksanaan Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) BIMP-EAGA ke-25, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Gubernur Kalimantan Barat dan para delegasi melanjutkan agenda dengan meninjau produk-produk yang dikelola oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda). Selanjutnya diikuti dengan prosesi penanaman pohon endemik dan pohon bakau serta site visit mengunjungi Hutan Kota di sekitar area Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Sabtu (26/11).

Diawali dengan mengunjungi Dekranasda, Menko Airlangga beserta delegasi disuguhkan dengan pameran para perajin Kalimantan Barat mulai dari Perajin Tenun Ikat Sintang, Perajin Tenun Sidan Kapuas Hulu, Perajin Tenun Songket Sambas, serta beberapa perajin anyaman dan sulam. Pada lokasi yang sama, terdapat pula pameran produk UMKM yang berasal dari 14 kota/kabupaten di seluruh Kalimantan Barat.

Beranjak dari Dekranasda, Menko Airlangga beserta delegasi berkunjung ke Pendopo Gubernur Kalimantan Barat yang diawali dengan kegiatan penanaman bakau secara virtual melalui aplikasi SIPOHON Kalbar atau Sistem Informasi dan Pendataan Pohon Kalbar.

Aplikasi SIPOHON Kalbar berfungsi untuk melakukan pendataan pohon di Kalimantan Barat, terutama yang terletak pada wilayah perkotaan. Aplikasi tersebut juga memiliki fitur penanaman pohon yang memungkinkan masyarakat secara virtual melakukan pemesanan bibit, pendataan, serta pemantauan perkembangan pohon yang ditanam.

Kegiatan ini sejalan dengan upaya sinergi forum kerja sama BIMP-EAGA secara konkret untuk memperkuat konektivitas subregional dan mempercepat transisi menuju ekonomi yang lebih hijau yang diwujudkan dalam tema BIMP-EAGA tahun ini yakni “Mendukung Daya Saing dan Ketahanan Iklim.”

Setelah Menko Airlangga beserta delegasi melaksanakan penanaman bakau secara virtual, pada kesempatan yang sama Kelompok Masyarakat Pelestari Lingkungan Buih Muara melakukan prosesi tanam atas bakau yang ditanam delegasi tersebut di Desa Sungai Kupah yang berjarak 30 kilometer dari lokasi. Tak hanya penanaman bakau secara virtual, Menko Airlangga beserta delegasi juga melakukan penanaman secara langsung sejumlah pohon yang terdiri dari Pohon Kayu Belian, Pohon Tengkawang, Pohon Jelutung, Pohon Pulai, Pohon Bintangor, dan syzygium lineatum yang juga merupakan jenis pohon endemik yang tumbuh di Kalimantan Barat.

Dalam kegiatan yang dilangsungkan di halaman Pendopo Gubernur Kalimantan Barat tersebut, Menko Airlangga menanam jenis Pohon Kayu Belian atau juga di kenal dengan nama Kayu Ulin (eusideroxylon zwageri).

Selanjutnya, Menko Airlangga beserta rombongan menyusuri kerindangan beragam pohon khas Kalimantan dengan mengunjungi Hutan Kota Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, sambil menyusuri jogging track yang pada kesempatan tersebut diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat.

Disambut dengan iringan musik tradisional Sapeh dan tarian sambutan khas Kalimantan Barat, Menko Airlangga beserta rombongan mengakhiri kegiatan site visit dengan mengunjungi pameran produk UMKM dan galeri hasil hutan yang berada di tengah Hutan Kota. Galeri yang diresmikan pada bulan Januari lalu tersebut, dibangun sebagai ruang publik guna menjadi wadah edukasi, promosi, dan sumber informasi mengenai hasil hutan yang melimpah di Kalimantan Barat.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas