Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Lestari Moerdijat: Seni Ukir Jepara Terancam, Regenerasi Harus Dipercepat

Lestari Moerdijat, menyoroti tantangan besar dalam pelestarian seni ukir Jepara, yang menghadapi minimnya regenerasi perajin dan perubahan pasar globa

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Content Writer
zoom-in Lestari Moerdijat: Seni Ukir Jepara Terancam, Regenerasi Harus Dipercepat
Istimewa
SENI UKIR JEPARA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyoroti tantangan besar dalam pelestarian seni ukir Jepara, yang menghadapi minimnya regenerasi perajin dan perubahan pasar global. 

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menyoroti tantangan besar dalam pelestarian seni ukir Jepara, yang menghadapi minimnya regenerasi perajin dan perubahan pasar global.

“Seiring perkembangan zaman, seni ukir Jepara menghadapi tantangan yang kompleks dalam upaya pelestarian, regenerasi perajin, hingga pemasaran,” ujar Lestari dalam diskusi Mengukir Masa Depan: Legenda Ukiran Jepara, Rabu (12/3).

Menurutnya, pada era 1980-an, furnitur ukir Jepara menjadi simbol status masyarakat, bahkan digunakan dalam ruang Jepara di Istana Negara. Namun kini, jumlah pengukir ahli terus menurun, sementara perubahan selera pasar membuat industri ini semakin terancam.

Lestari menekankan pentingnya langkah strategis untuk menyelamatkan warisan budaya ini, termasuk melalui pendidikan, inovasi desain, dan dukungan pemasaran global. Ia mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat agar seni ukir Jepara tetap hidup dan berdaya saing di masa depan.

Baca juga: Akselerasi Peningkatan SDM, Lestari Moerdijat Tekankan Dukungan untuk APK Perguruan Tinggi

Strategi Penguatan Industri Ukir Jepara

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian RI, Reni Yanita, menegaskan bahwa industri furnitur ukir Jepara masih menjadi sektor padat karya yang berorientasi ekspor. Namun, tantangan geopolitik global mempengaruhi penurunan ekspor sehingga perajin harus mencari pasar baru, termasuk memperkuat pasar domestik.

“Saat ini industri furnitur dan kerajinan masih menghadapi tantangan dari perubahan tren global. Kita perlu mendorong perajin agar mampu menyesuaikan desain dengan kebutuhan pasar modern tanpa meninggalkan ciri khas seni ukir Jepara,” ujar Reni.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Pelestari Ukir Jepara (Peluk Jepara), Hadi Priyanto, menyoroti pentingnya pendidikan dalam menjaga keberlanjutan industri ini. Menurutnya, hilangnya muatan lokal seni ukir dalam kurikulum pendidikan mempercepat hilangnya generasi muda yang memiliki keterampilan mengukir.

"Lulusan SMK ukir saat ini banyak yang belum bisa mengukir dengan baik. Harus ada pelatihan intensif dan dukungan dari berbagai pihak agar regenerasi perajin bisa berjalan," tegas Hadi.

Dengan tantangan yang semakin besar, sinergi antara pemerintah, industri, dan komunitas lokal sangat dibutuhkan untuk menjaga kelestarian seni ukir Jepara.


 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas