Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Perkuat Kompetensi Instruktur, Kemnaker Gelar TOT Smart System Berbasis Digital

Kemanekr mendorong penguatan sumber daya manusia di bidang pelatihan vokasi melalui penyelenggaraan Training of Trainers (TOT) Smart System.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Content Writer
zoom-in Perkuat Kompetensi Instruktur, Kemnaker Gelar TOT Smart System Berbasis Digital
dok. Kemnaker
Penguatan SDM - Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli membuka penyelenggaraan Training of Trainers (TOT) Smart System pada Senin (16/6/2025). 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Ketenagakerjaan terus mendorong penguatan sumber daya manusia di bidang pelatihan vokasi melalui penyelenggaraan Training of Trainers (TOT) Smart System. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini dibuka secara resmi oleh Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, pada Senin (16/6/2025).

Dalam sambutannya, Menaker menegaskan bahwa instruktur merupakan ujung tombak dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di dunia industri. Oleh karena itu, para instruktur dituntut untuk terus memperbarui kompetensinya agar selaras dengan perkembangan kebutuhan industri.

“Kita semua harus berkembang. Tidak boleh ada instruktur yang ilmunya sama seperti 10 tahun lalu. Instruktur harus adaptif dan terus mengembangkan diri agar mampu memberikan pelatihan yang relevan,” ujar Menaker.

Menaker menambahkan bahwa pelatihan vokasi bersifat praktis dan singkat, sehingga perlu dirancang secara tepat untuk menjawab kebutuhan industri yang cepat dan spesifik.

Ia juga menyoroti tiga tantangan utama dalam pelatihan vokasi. Pertama, efektivitas, yakni apakah kurikulum dan program pelatihan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri. Kedua, skala, yakni sejauh mana pelatihan mampu menjangkau peserta secara luas, mengingat jumlah pengangguran yang masih tinggi. 

Baca juga: Kemnaker Tekankan Pentingnya Perencanaan dan Kolaborasi dalam Penyelenggaraan Bursa Kerja

Ketiga, pengangguran, yakni pelatihan harus mampu menekan angka pengangguran dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Pelatihan bukan sekadar kegiatan formalitas atau untuk mengisi waktu luang dan mendapatkan uang saku. Kita ingin pelatihan ini benar-benar membuka kesempatan yang setara dan memberikan dampak nyata bagi semua,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Latihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas), Agung Nur Rohmat, dalam laporannya menjelaskan bahwa TOT Smart System dimaksudkan untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi instruktur.

Rekomendasi Untuk Anda

“Acara ini bertujuan menyiapkan instruktur yang adaptif, inovatif, serta mampu merancang dan mengembangkan pelatihan di bidang teknologi digital,” ujar Agung.

Agung menyampaikan bahwa pelatihan ini berlangsung selama 14 hari, mulai 16 hingga 30 Juni 2025, dan diikuti secara daring oleh 280 peserta dari jabatan fungsional instruktur di 21 Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) di lingkungan Ditjen Binalavotas.

TOT Smart System ini terbagi dalam dua kategori utama. Pertama, Smart Creative IT Skill yang mencakup pelatihan content creator, web development, generative AI, dan social media optimization. Kedua, Smart Operation yang meliputi pelatihan Internet of Things (IoT), business intelligence, data science, dan data analysis.

Baca juga: Kemnaker Komitmen Wujudkan Layanan Informasi Hukum yang Inovatif Lewat Optimalisasi JDIH

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas