Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ditjen Bimas Kristen Minta Masyarakat Waspada Penipuan Bermodus Bantuan Gereja

Dirjen Bimas Kristen Kemenag Jeane Marie Tulung imbau masyarakat waspada hoaks bantuan dana gereja dan tegaskan transparansi bantuan resmi

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Content Writer
zoom-in Ditjen Bimas Kristen Minta Masyarakat Waspada Penipuan Bermodus Bantuan Gereja
Dok. Ditjen Bimas Kristen
JEANE IMBAU HOAKS - Dirjen Bimas Kristen Kemenag, Jeane Marie Tulung, saat memberikan imbauan di Jakarta, Rabu (17/9/2025). Ia mengingatkan masyarakat waspada hoaks bantuan dana gereja dan menegaskan transparansi penyaluran bantuan resmi. 

TRIBUNNEWS.COM - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia, Jeane Marie Tulung, mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap maraknya informasi bohong (hoaks) di media sosial terkait bantuan dana untuk gereja dengan memungut biaya tertentu.

Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak berasal dari kanal resmi pemerintah. Masyarakat, khususnya gereja dan lembaga keagamaan Kristen, diingatkan untuk tidak mudah percaya dan tidak terjebak dalam praktik penipuan yang mengatasnamakan pemerintah maupun lembaga asing.

Baca juga: Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama Launching Video Bahasa Isyarat Ayat Alkitab

“Bantuan resmi yang berkaitan dengan gereja atau lembaga keagamaan Kristen hanya disampaikan melalui kanal resmi Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama. Kami meminta masyarakat berhati-hati, melakukan verifikasi, dan tidak menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujar Jeane Marie Tulung,  di Jakarta, Rabu, (17/9/2029).

Dirjen Bimas Kristen juga menegaskan komitmennya untuk selalu transparan dalam menyampaikan setiap program maupun bantuan yang sah dari pemerintah. 

“Kami tidak pernah menunjuk perorangan atau pihak tertentu untuk memungut biaya dalam proses pengajuan maupun penyaluran bantuan. Jika ada oknum yang mengaku sebagai perantara, itu adalah bentuk penipuan. Masyarakat jangan ragu untuk segera melaporkannya,” tegas Jeane Marie Tulung.

Baca juga: Kemenag Ingatkan Bahaya Krisis Iklim: Keterlibatan Menjaga Lingkungan Juga Bagian dari Agama

Jeane juga berharap masyarakat Kristen di Indonesia tidak terprovokasi dan tertipu oleh informasi yang sengaja disebarkan pihak tidak bertanggung jawab. 

“Hoaks bukan hanya merugikan secara finansial, tetapi juga dapat merusak kepercayaan dan menimbulkan keresahan di tengah umat. Mari kita bersama-sama melawan hoaks dengan bijak dalam bermedia sosial,” lanjut pernyataan tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Sekretaris Ditjen Bimas Kristen, Johni Tilaar, menambahkan bahwa pihaknya selalu terbuka bagi masyarakat yang ingin memastikan kebenaran informasi.

 “Silakan masyarakat menghubungi langsung Ditjen Bimas Kristen apabila menerima informasi yang meragukan. Kami siap memberikan klarifikasi agar umat tidak terjebak oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Mari bersama-sama kita jaga umat dan gereja dari praktik penipuan berkedok bantuan,” pungkasnya.(*)

Baca juga: Pendaftaran KIP Kuliah Kemenag 2025 Dibuka, Kuota Penerima 25.964 Mahasiswa, Ini Syaratnya

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas