Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pemprov DKI Jakarta Terus Dorong agar Masyarakat Gunakan Transportasi Umum

MRT Jakarta terus berupaya agar fasilitas publik yang dikelola dapat secara optimal berkontribusi

Pemprov DKI Jakarta Terus Dorong agar Masyarakat Gunakan Transportasi Umum
ISTIMEWA
Penampakan MRT di Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Baru saja hadir mewarnai transportasi umum di kota Jakarta, MRT Jakarta mendapatkan penghargaan di kategori “Special Recognition for Public Facility” dalam ajang tahunan “Annual Propertyguru Indonesia Property Awards 2019” pada September lalu.   

Hal ini tak terlepas dari manfaat MRT Jakarta hadir bukan sekadar alat transportasi, namun juga sebagai ruang lebur berbagai lapisan masyarakat untuk berinteraksi, bahkan berkegiatan seni dan budaya.

Sebagai badan usaha milik daerah yang bergerak di bidang pelayanan jasa transportasi publik, MRT Jakarta terus berupaya agar fasilitas publik yang dikelola dapat secara optimal berkontribusi nyata pada mobilitas masyarakat yang diharapkan dapat memperbaiki kualitas hidup penggunanya.

Misalnya, saat ini telah hadir Kereta Ratangga Fase 1 dari Lebak Bulus hingga Bunderan Hotel Indonesia. Memiliki lintasan sepanjang 16 kilometer, MRT melewati 13 stasiun, yaitu Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, Asean, Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bunderan Hotel Indonesia.

Terus meningkatkan fasilitas publik yang dimilikinya, fase 2 direncanakan akan terlaksana pada 2020 yang ditargetkan selesai empat tahun mendatang. Untuk Fase 2 melingkupi Bundaran HI-Kota, lalu koridor MRT Jakarta Timur-Barat dan Fase 3 Kalideres-Cempaka baru.

Dari segi jumlah penumpang, semenjak diresmikan pada 24 Maret 2019, MRT menargetkan penumpang harian mencapai 100.000 penumpang pada akhir 2019. Hal tersebut didasari karena ketepatan waktu kedatangan, waktu tempuh, dan waktu berhenti kereta di stasiun MRT telah mencapai 100 persen.

Peningkatan jumlah penumpang MRT

Pada awal September 2019 lalu, Pemprov DKI Jakarta memberlakukan perluasan ganjil-genap di Jakarta untuk mengurai kemacatan lalu lintas dan polusi udara di Jakarta.

“Kami mendorong peningkatan kendaraan umum. penggunaan TJ dikembangkan, Jak Lingko dikembangkan. Sehingga, nantinya kota ini (DKI Jakarta) penduduknya lebih banyak menggunakan angkutan umum,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Sabtu (7/9/2019) lalu.

Kebijakan tersebut ternyata membawa dampak positif pula bagi peningkatan jumlah penumpang MRT. Setelah perluasan area sistem ganjil-genap, penumpang MRT mengalami peningkatan hingga 12 persen. Hal tersebut terlihat pada periode 1-25 Agustus hingga 1-25 September 2019, penumpang MRT bertambah dari 82.447 menjadi 90.386 penumpang per hari.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas