Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pemprov DKI Serius Tingkatkan Gizi Anak Jakarta

Dalam pemerintahan Gubernur Anies Baswedan, program PMTAS mendapat perhatian yang besar dan terus ditinjau oleh Pemprov DKI Jakarta

Pemprov DKI Serius Tingkatkan Gizi Anak Jakarta
Pemprov DKI Jakarta
Gubernur Anies Baswedan ketika membagikan menu makan penuh gizi pada anak SD Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM – Dalam pemerintahan Gubernur Anies Baswedan, program PMTAS (Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah) mendapat perhatian yang besar dan terus ditinjau oleh Pemprov DKI Jakarta agar bisa berjalan secara optimal.

Hal ini karena menurut Anies, pemenuhan gizi yang cukup pada anak sangatlah penting, agar mereka bisa menjalani proses belajar. "Kota ini anak-anaknya harus mendapat asupan makanan sehat yang baik, sehingga gizi mereka tercukupi dan mereka sehat secara jasmani untuk mengikuti segala kegiatan belajar,” ujar Anies, seperti yang tertulis pada laman akun media sosial miliknya.

Dalam Program Makanan Tambahan Anak Sekolah, setiap murid mendapatkan jatah makanan tambahan senilai Rp 10.800 per hari.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat, mengatakan, program PMTAS sudah dipersiapkan sejak lama hingga akhirnya dimulai pada akhir Maret lalu. “Program ini diadakan di lima kotamadya dan satu kabupaten di Jakarta. Ini program yang diharapkan bisa langsung diterima oleh warga,” ucapnya.

Dalam program ini, ada 29 varian menu yang secara bergiliran diberikan setiap hari kepada peserta didik, khususnya siswa sekolah dasar. Seperti, roti dan susu UHT, kue lemper dan susu UHT, dan lain-lain.

“Program PMTAS ini berbentuk swakelola tipe empat karena untuk berdayakan masyarakat sekitar melalui Komite Sekolah. Jadi, yang buat bolu, roti, lemper komite sekolah yang tinggal di sekitar sekolah,” terangnya.

Sementara untuk pengawasan dan pendampingan, dilakukan oleh pihak terkait lainnya seperti Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta.

Dengan adanya pengawasan dan pendampingan atas menu yang disajikan, tujuan untuk meningkatkan kecukupan asupan gizi dan ketahanan fisik siswa SD tentu dapat tercapai karena mengedepankan kebersihan serta tidak memakai pengawet atau pewarna makanan.

Tersebar di 459 Sekolah se-DKI Jakarta

Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang SD dan PKLK Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Ida Nurbani, mengatakan sebanyak 459 sekolah dari 53 Kelurahan di Jakarta telah menerima Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) tahun 2019 ini. Adapun jumlah tersebut terdiri dari, 375 SD, 75 TKN dan TPAN, serta 9 SLBN.

"Tahun ini penerimanya ada 459 sekolah, menjangkau 144.722 peserta didik yaitu di SD, TK negeri, TPA negeri, dan SLB," katanya.

Kedepannya, program ini akan diperluas sehingga menjangkau semua wilayah, khususnya yang masih memiliki perkampungan yang masuk klasifikasi masyarakat prasejahtera.

"Pemilihan 53 lokasi ini juga dengan mempertimbangkan faktor sosial-ekonomi, yaitu tempat-tempat di mana di sana ditemukan data jumlah masyarakat yang secara ekonomi masih rendah, maka sekolah-sekolahnya kita jadikan sebagai sasaran awal," tambahnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas