Tribun

Kolaborasi Sediakan Fasilitas Isolasi Terkendali bagi Pasien COVID-19

Bagi sebagian pasien terpapar COVID-19 tanpa gejala maupun bergejala ringan, sulit untuk memenuhi kriteria isolasi mandiri di rumah.

Editor: Content Writer
zoom-in Kolaborasi Sediakan Fasilitas Isolasi Terkendali bagi Pasien COVID-19
Istimewa

6.       Hotel Grand Asia Penjaringan, berkapasitas 85 kamar.

“Lokasi/fasilitas isolasi terkendali ini diperuntukkan bagi orang yang terkonfirmasi COVID-19 tanpa gejala atau bergejala ringan, dan pasien dinilai mampu melakukan aktivitas mandiri selama proses isolasi,” imbuhnya.

Pemprov DKI Jakarta juga membuka kesempatan kerja sama dengan hotel-hotel yang bersedia menjadikan kamar hotel sebagai lokasi isolasi terkendali. Bagi hotel yang sesuai dengan ketentuan kriteria lokasi isolasi mandiri pada Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 980 Tahun 2020, dapat mengajukan permohonan kepada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta untuk proses lebih lanjut.

Sementara itu, Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Pandu Riono mengungkapkan bahwa isolasi terkendali bagi pasien tanpa gejala dan bergejala ringan harus terus dilakukan dan ditingkatkan. Bahkan, hingga vaksin COVID-19 ditemukan dan diberikan kepada masyarakat.

"Untuk mencegah penularan, isolasi terkendali harus terus ditingkatan, tidak boleh berhenti, bahkan saat vaksin nanti ada," kata dia.

Menurut Pandu, tingkat kesadaran masyarakat di Jakarta sekarang ini dalam menjalankan protokol kesehatan sudah meningkat. Termasuk, mereka yang dinyatakan positif COVID-19. Masyarakat mulai sadar bahwa apabila positif, harus melakukan isolasi atau ke rumah sakit bila bergejala.

Selain itu dari pemantauan yang dilakukan relawan, terjadi peningkatan kesadaran menggunakan masker, menjaga, dan mencuci tangan. Memakai masker, misalnya, sekarang di kisaran angka 70 persen, yang sebelumnya 60 persen sampai 65 persen. Lalu, menjaga jarak berada di kisaran angka 60 persen, sebelumnya sempat di bawah angka tersebut. Kemudian, mencuci tangan berada di kisaran angka 35 persen.

Persentase kepatuhan masyarakat untuk 3M harus mencapai minimal 80 persen untuk dapat mengendalikan potensi penularan COVID-19. "Kesadaran akan protokol kesehatan dan bahayanya COVID-19 harus terus ditingkatkan, agar penyebaran COVID-19 dapat terkendali," pungkasnya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas