Analis: Saham Perkebunan Masih Layak Dikoleksi
Menurutnya, pertumbuhan industri kelapa sawit masih menjadi landasan bagi investor untuk mengoleksi saham ini
Penulis:
Arif Wicaksono
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Head of Corporate Finance Indonesia BNP Paribas, Kartadjaja Intan, menyampaikan, emiten perkebunan masih layak dikoleksi investor. Menurutnya, pertumbuhan industri kelapa sawit masih menjadi landasan bagi investor untuk mengoleksi saham ini.
Apalagi menurutnya, Indonesia adalah negara agraris akan mampu menghasilkan kelapa sawit berkualitas. Ditambah kebutuhan akan minyak sawit selalu mengalami pertumbuhan setiap tahunnya.
Kartadjaja mengatakan, jika melihat potensi tersebut, selain menarik para investor asing maupun lokal, saham-saham untuk emiten sektor pertanian dan perkebunan seperti kelapa sawit pun menjadi incaran yang cukup menjanjikan.
"Potensi besar jatuh kepada negara-negara berkembang seperti India, China, dan Indonesia. Karena, negara-negara tersebut memiliki penduduk yang banyak, dan konsumsi akan kelapa sawitnya juga sangat besar," ujar Kartadjaja di Jakarta, Kamis (7/11/2013).
Berdasarkan data yang dihimpun, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) perkebunan secara kumulatif terus meningkat dari Rp 153,731 triliun pada tahun 2011 menjadi Rp 159,73 triliun pada tahun 2012.
Sasaran pengembangan kelapa sawit sampai akhir tahun 2013, diperkirakan mencapai 9,15 juta hektare (ha) dengan produksi 24,43 juta ton.
Jika melihat fakta yang terjadi, Kartadjaja menyarankan para pelaku bisnis pertanian dan perkebunan khususnya kelapa sawit, diharapkan lebih agresif untuk menarik minat investor untuk menanamkan modalnya.
Hal itu disampaikan Kartadjaja sehubungan dengan akan dilangsungkapnnya penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk.
Harga IPO yang ditawarkan oleh PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk berada dikisaran Rp 670 per saham - Rp 970 per saham. Dan diprediksi akan memperoleh dana segara sebesar Rp 1 triliun hingga Rp 1,45 triliun.
Dalam kesempatan yang sama, Analis PT Anugerah Sekurindo Indah, Bertoni Rio mengatakan, dirinya sangat menyambut positif atas niatan perusahaan sawit domestik untuk melangsungkan IPO.
Rio menuturkan, bahwa prospek sektor perkebunan khususnya kelapa sawit masih menjanjikan saat ini, karena melihat trend harga CPO di Malaysia naik. Bisnis yang digeluti PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau kelapa sawit ini sangat cocok untuk investor jangka panjang.
"Pelaksanaan IPO yang dilakukan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk pun juga dibilang tepat, karena ditengah harga rata-rata harga emiten yang bergerak dibidang yang sama masih murah saat ini. Kita bisa lihat beberapa tahun kedepan, emiten sawit ini bisa memberikan return yang baik," kata Rio.
Rio mengungkapkan dari harga yang ditawarkan oleh PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk di kisaran Rp 670 - 970 per saham, dengan Price Earning Ratio (PER) sebesar 9-13 kali sangat menarik untuk dikoleksi investor.
"Kalau dilihat dari kisaran harga yang ditawarkan, menurut saya sih harga yang idealnya nanti akan berada di level Rp 690 per saham," ujarnya.