Lebih dari 3 Perempuan Terbunuh Setiap Jam di Gaza
Global ActionAid menyatakan, lebih dari 3 perempuan terbunuh setiap jam di Gaza.
Penulis:
Widya Lisfianti
Editor:
Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Global ActionAid menyatakan, lebih dari 3 perempuan terbunuh setiap jam di Gaza.
Menurut ActionAid, perempuan dan anak perempuan di Gaza terbunuh dan terluka.
Hak-hak atas makanan, air dan layanan kesehatan juga tidak diberikan setiap hari.
Di sisi lain, mereka mengalami tekanan psikologis dan trauma yang sangat besar setelah dua bulan hidup dalam teror.
"Gaza adalah tempat paling berbahaya di dunia bagi perempuan atau anak perempuan saat ini. Jumlah perempuan dan anak perempuan yang dibunuh secara tidak wajar dalam kekerasan ini meningkat setiap jamnya," kata Riham Jafari, Koordinator Advokasi dan Komunikasi ActionAid Palestina, dalam pernyataannya, dikutip dari Al Arabiya.
"Sementara setiap hari mereka harus berjuang mati-matian untuk memenuhi kebutuhan paling dasar mereka," tambahnya.
Baca juga: Mati-matian Bela Israel dan Ukraina, AS Pusing Rasakan Dampaknya: Kehabisan Mesiu dan Uang
Para dokter di wilayah tersebut mengatakan, setidaknya dua ibu terbunuh setiap 60 menit.
Sementara tujuh perempuan terbunuh setiap dua jam di daerah kantong yang terkepung tersebut.
Lebih dari 5.000 perempuan telah terbunuh sejak Israel mengobarkan perang di Gaza menyusul serangan militan Hamas pada 7 Oktober ke Israel selatan.
Lebih dari 17.500 orang tewas dalam konflik tersebut, hampir 70 persen di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.
Kehamilan dan Persalinan di Tengah Perang
ActionAid juga mengatakan, sekitar 50.000 perempuan di Gaza sedang hamil.
Sekitar 180 calon ibu setiap hari mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan tanpa perawatan medis yang memadai dengan menjalani operasi caesar dan operasi darurat tanpa sterilisasi, anestesi, atau obat penghilang rasa sakit.
Seorang bidan di Rumah Sakit al-Awda, Gaza utara mengatakan kepada ActionAid, puluhan wanita Palestina yang sedang hamil melahirkan di tengah pemboman Israel.
"Selama serangan Israel di Gaza, kami menyaksikan sejumlah kasus perempuan yang selamat dari kekerasan akibat serangan tersebut," jelas organisasi tersebut mengutip seorang dokter di rumah sakit.
Baca tanpa iklan