Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Sukses Pertama Partai Baru Sahra Wagenknecht

Keberhasilan partai baru Bündnis Sahra Wagenknecht (BSW) pada pemilu Eropa akan mengubah lanskap kepartaian di Jerman. BSW terutama…

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Sukses Pertama Partai Baru Sahra Wagenknecht
Deutsche Welle
Sukses Pertama Partai Baru Sahra Wagenknecht 

Partai baru Bündnis Sahra Wagenknecht (BSW) merayakan kemenangannya pada malam pemilu Eropa di Jerman. Partai yang menyandang nama pendirinya, Sahra Wagenknecht, pada penampilan perdananya berhasil menembus ambang batas lima persen dan meraup 6,2 persen suara. "Saya rasa hal ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Jerman,” kata Sahra Wagenknecht, pemimpin partai itu.

Sahra Wagenknecht memang figur politik terkenal di Jerman. Dia pernah menjadi wajah utama dari Partai Kiri. Tahun lalu dia keluar dari Partai Kiri dan mendirikan partainya sendiri. Partai Kiri dalam Pemilu Etropa 2024 anjlok perolehan suaranya dan hanya meraih 2,7 persen suara.

"Kami akan mengubah politik di Jerman,” kata Sahra Wagenknecht kepada para pendukungnya yang bersorak di Berlin. Di Jerman bagian timur, partai baru itu memperoleh lebih dari 13 persen suara, menempatkannya di posisi ketiga perolehan suara secara keseluruhan di Jerman Timur.

Partai satu wajah perempuan

"BSW telah mengisi kekosongan: kebijakan sosial sayap kiri dan kebijakan sosial sayap kanan,” kata ilmuwan politik Jan Philipp Thomeczek kepada kantor berita Jerman, DPA. BSW misalnya mengkampanyekan pensiun dan upah minimum yang lebih tinggi di Jerman, sekaligus ingin memperlambat perlindungan iklim dan meredam penerimaan pengungsi.

Sahra Wagenknecht menganggap kebijakan keterbukaan menerima pengungsi yang dimulai tahun 2015 oleh Kanselir Angela Merkel (CDU), "sangat bermasalah”. Masalahnya bukan karena pengungsi menginginkan kehidupan yang lebih baik, seperti yang ditekankannya. "Tetapi karena negara kita kewalahan karenanya.”

Ditambah lagi dengan pendekatan populis Sahra Wagenknecht, yang menentang "mereka yang berada di atas sana” dan mencitrakan dirinya sebagai "pembela rakyat kecil”. Dia secara terbuka menyebut partai-partai yang berkuasa berbahaya, bodoh, pembohong atau munafik.

Sehari setelah pemilu Eropa, Sahra Wagenknecht mengatakan: "Kami ada untuk orang-orang yang kehilangan kepercayaan terhadap demokrasi." BSW adalah partai untuk mereka yang "putus asa,” tambahnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sahra Wagenknecht sampai kini menolak berkoalisi dengan partai populis kanan AfD. Namun dalam satu hal, AfD dan BSW sangat dekat, mereka sama-sama pro-Rusia. BSW menentang ekspor senjata ke Ukraina dan juga menentang sanksi terhadap Rusia. Pandangan seperti ini populer di Jerman Timur.

Dari sudut pandang peneliti politik Jan Philipp Thomeczek, personalisasi partai BSW memang hal baru di Jerman. "Semua orang mengenal Sahra Wagenknecht,” katanya. Dia sangat terpolarisasi, "mendapat banyak kritik, tapi juga banyak penggemar."

Lulus ujian pertama sebagai partai baru

Sahra Wagenknecht dulunya seorang pendukung komunisme. Sejak tahun 2007 dan seterusnya, politisi yang berasal dari kota Jena di negara bagian Thüringen ini telah menjadi wajah Partai Kiri Die Linke selama bertahun-tahun - sebagian besar dalam perselisihan mengenai haluan politik partainya.

Suami Sahra Wagenknecht adalah mantan pemimpin Partai Sosialdemokrat SPD, Oskar Lafontaine. Dia meninggalkan SPD karena perselisihan politik, dan bergabung dengan Partai Kiri Die Linke. Keluar dari Partai kiri, dia mendukung pendirian partai istrinya, Bündnis Sahra Wagenknecht.

BSW kini berharap bisa menjadi faktor penentu dalam pemilu mendatang di negara bagian Thüringen, Sachsen, dan Brandenburg di Jerman Timur yang akan digelar pada musim gugur ini. Menurut jajak pendapat terakhir, BSW bisa meraup lebih dari 10 persen suara di ketiga negara bagian itu. BSW bahkan berharap bisa berpartisipasi dalam pemerintahan negara bagian.

Tujuan jangka panjang BSW adalah mendapat hasil yang baik pada pemilu parlemen Jerman tahun 2025. Pada konferensi pers di Berlin hari Senin (10/6) Sahra Wagenknecht mengatakan: "Kami telah lulus ujian pertama."

(hp/as)

Sumber: Deutsche Welle
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas