Termotivasi Tato Yesus Kristus
Seni tato ternyata bisa memotivasi seseorang untuk bersemangat dalam menjalani kehidupan pribadinya.
Editor:
Yulis Sulistyawan
TRIBUNNEWS.COM, YOGYA- Seni tato ternyata bisa memotivasi seseorang untuk bersemangat dalam menjalani kehidupan pribadinya. Argo Bawono (30) menato lengan kanannya dengan gambar Yesus Kristus agar selalu berperilaku sesuai ajaran-Nya.
Di lengan kirinya juga ada tato sketsa wajah puterinya, sebagai wujud cinta kasih seorang bapak kepada anaknya. “Orang yang mempunyai tato belum pasti brengsek. Begitu pula orang yang tidak bertato belum tentu baik,” kata Argo Bawono, Rabu (15/12/2010).
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai office recruitment di sebuah lembaga pendidikan ini bercerita kalau tato-tatonya itu dibuat satu tahun lalu. Keinginannya untuk memiliki tato sebenarnya sudah lama, yaitu sejak ia duduk di bangku kuliah. Namun hasrat itu ia pendam karena nasihat orangtuanya. "Kata bapak, jangan punya tato sebelum berpenghasilan dan menikah," ujarnya.
Setelah merasa mandiri, Argo memberanikan diri menato tubuhnya. Ia pun minta izin istri terlebih dahulu. “Istri saya akhirnya setuju asal tatonya punya makna dan tidak norak," kata bapak beranak satu ini.
Manager studio tato Toxic, Ajeng, mengatakan lima tahun terakhir seni tato bukan lagi simbol negatif. "Banyak anak muda sekarang yang memiliki tato untuk bergaya atau sekedar fashion," tambahnya.
Ibu satu anak itu tidak sependapat kalau seni tato dimaknai negatif. Pecinta seni tato pun semakin lama juga terus bertambah. Di studio tato miliknya itu, banyak yang datang untuk menato tubuhnya. Mereka dari berbagai kalangan, ada pegawai, pengusaha, baik pria maupun perempuan.
Baca tanpa iklan