Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Dinning Innovation Tambah Dua Resto Jepang Kintan dan Shaburi

Dining Innovation adalah perusahaan bisnis makanan yang berbasis di Jepang dengan sejumlah restoran yang terseber di beberapa negara besar di dunia.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Daniel Ngantung
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Dinning Innovation Tambah Dua Resto Jepang Kintan dan Shaburi
TRIBUNNEWS.COM/DANIEL NGANTUNG
Dirham Karel, Deputy General Manager Dining Innovation, memanggang hormon atau usus sapi di Kintan, salah satu restoran milik Dining Innovartion 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Daniel Ngantung

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah mewabahnya segala sesuatu yang berbau Korea, budaya Jepang masih mendapat tempat di hati masyarakat Jakarta. Di bidang kuliner, kian menjamurnya restoran Jepang di ibukota bisa menjadi buktinya.

"Karena memang kuliner Jepang sudah settle di Jakarta," ujar Dirham Karel, Deputy General Manager Dining Innovation kepada Tribunnews.com, Rabu (16/7/2014).

Dining Innovation adalah perusahaan bisnis makanan yang berbasis di Jepang dengan sejumlah restoran yang terseber di beberapa negara besar di dunia. Motonya adalah "Bringing Japanese Food Culture to The World".

Masih besar antusias masyarakat Indonesia terhadap masakan Jepang, Dining Innovation pun tidak ragu merambah pasar Indonesia. Tidak tanggung-tanggung dua restoran Jepang dibuka sekaligus di tempat yang sama akhir Mei lalu: Shaburi dan Kintan.

Meski letaknya berdampingan, di lantai 5 Pacific Place, Shaburi dan Kintan hadir dengan konsep hidangan yang berbeda.

Berluaskan 250 meter persegi, Shaburi menawarkan hidangan shabu-shabu berkonsep healthy eating buffet dengan pilihan bahan daging wagiu dan sayuran segar.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara Kintan yang memiliki luas 120 meter persegi, menawarkan konsep  sajian panggang (yakiniku) ala carte yang eksklusif lewat pilihan bahan daging yang variatif dan berkualitas.

Dirham mengatakan Dining Innovation melihat Indonesia sebagai pasar yang menjanjikan. Meski banyak pemain lama yang telah menguasai pasar ini, Dining Innovation yakin kehadirannya dapat diterima oleh masyarakat Jakarta.

Location dan timing menjadi bahan pertimbangan. Location berkaitan dengan tempat. Pacific Place dipilih karena letaknya berada di sentra bisnis, sangat  strategis oleh terget pasar, pekerja kantoran sekaligus keluarga.

Sementara timing lebih fokus kepada menghadirkan konsep yang berbeda di waktu yang tepat. "Kami melihat belum ada restoran shabu-shabu yang otentik berkonsep buffet di mal ini," ujar Dirham.

Setelah menggodok konsep dalam waktu yang cukup lama, sekitar 6 bulan, akhirnya Dining Innovation membuka Kintan dan Shaburi.

Kehadiran dua restoran ini mendapat respon yang positif dari masyarakat Jakarta. Saat jam makan siang dan malam, baik di hari kerja maupun akhir pekan, Shaburi dan Kintan selalu ramai oleh pengunjung.

Tercatat, selama Juni saja, Shaburi dikunjungi 8.000 pengunjung. Lalu Kintan mendapat kunjungan 3.500 pengunjung. Melihat antusias tersebut, Dirham mengatakan tidak menutup kemungkinan Dinning Innovation akan membuka Kintan dan Shaburi di tempat lain, namun dengan konsep yang berbeda agar pelanggan tidak merasa bosan. "Targetnya sebelum akhir tahun ini, kami sudah membuka dua restoran lagi," katanya.

Ia menambahkan tawaran frenchise sudah banyak berdatangan, namun Dining Innovation ingin fokus "branding" terlebih dahulu sekaligus mempertahankan quality control-nya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas