Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pasar Santa, Pusat Nongkrong Anak Muda Jakarta

Pasar yang berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu kini memang menjadi salah satu pusat nongkrong anak muda Ibu Kota.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Gusti Sawabi
zoom-in Pasar Santa, Pusat Nongkrong Anak Muda Jakarta
KOMPAS/PRIYOMBODO
Pengunjung menikmati kopi di salah satu kios di Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (14/9/2014). Di pasar tradisional tersebut bermunculan restoran dan kafe layaknya di mal yang kini mulai ramai dikunjungi warga yang berwisata kuliner. 

Tribunnews.com, Jakarta - Beberapa kelompok anak muda tampak memenuhi bangku-bangku di depan kios yang menjajakan kuliner masa kini, seperti kopi gayo, pisang cokelat, maupun takoyaki.

Di sudut lain, beberapa anak muda lainnya tampak melihat-lihat koleksi kaos di salah satu kios yang menjual pakaian dengan tren masa kini. Begitulah sekilas gambaran suasana di lantai 2 Pasar Santa.

Pasar yang berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu kini memang menjadi salah satu pusat nongkrong anak muda Ibu Kota. Padahal, dulu pasar ini merupakan sepi, bahkan dianggap menjurus angker.

"Dulu sepi. Saking sepinya jadi angker. Malah dulu sempat ada yang bunuh diri di sini," kenang salah satu pedagang, Prapto Suhardi (74) kepada Kompas.com, Rabu (18/2/2015).

Prapto merupakan salah satu pemilik kios yang ada di lantai 2Pasar Santa. Ia membuka usaha jahit baju. Pria yang telah memiliki empat cucu ini mengaku telah menempati pasar tersebut sejak 2007 alias sejak pertama kali pasar tersebut berdiri.

Prapto tak mengetahui persis kapan Pasar Santa mulai ramai oleh anak muda. Namun menurut istrinya, Rukayah (62), Pasar Santa mulai ramai pasca Idul Fitri 2014. "Jadi udah sekitar 3-4 bulan ini ra mainya," ujar dia.

Menurut Prapto dan Rukayah, sampai sejauh ini peningkatan pengunjung di Pasar Santa tak berpengaruh terhadap usaha mereka. Bila memperhatikan usaha di kios-kios lain yang ada di sekitarnya, usaha Prapto tergolong "ketinggalan zaman". Sebab, usahanya itu sama sekali tidak menyasar kalangan anak muda.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya sih udah dilarang jualan oleh anak saya. Ini jualan cuma mau ngisi waktu aja. Daripada diam di rumah. Sekarang senang pasar ini udah mulai rame. Apalagi kalau sore," ucapnya.
(Alsadad Rudi)

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas