Densus 88 Buru 16 Buron Perampokan Bank CIMB Niaga
Densus terus memburu para perampok CIMB Niaga yang hingga kini belum dapat dibekuk polisi dan berstatus buron.
Penulis:
Vanroy Pakpahan
Editor:
Juang Naibaho
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Densus 88 Anti Teror Polri tak ingin terus larut dalam kesedihan akibat aksi penyerangan Mapolsek Hamparan Perak, Deli Serdang, yang menewaskan tiga anggota Polsek itu. Densus pun kini terus memburu para perampok CIMB Niaga yang hingga kini belum dapat dibekuk polisi dan berstatus buron.
"Dari pengakuan (perampok) yang sudah tertangkap, ada 13 sampai 16 (perampok) yang belum tertangkap," kata Kadiv Humas Polri Irjen Iskandar Hasan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (22/9/2010).
Iskandar mengatakan, Densus dibantu anggota satuan Polda Sumatera Utara, Brimob dan TNI yang juga dilibatkan dalam pengungkapan kasus ini, kini tengah menyisir lokasi yang diduga sebagai jalur pelarian para pelaku penyerangan. "Petugas masih bekerja di lapangan. Densus, Polda, Brimob, menyisir daerah-daerah yang mereka lewati atau tinggali," tutur jenderal bintang dua ini.
Menurut Iskandar, peristiwa penyerangan itu terjadi pada Rabu dini hari sekitar pukul 00.30 WIB sampai pukul 01.00 WIB. Pelaku penyerangan diperkirakan lebih dari sepuluh orang. "Pelaku menggunakan lebih dari empat motor dan satu mobil kijang," katanya.
Iskandar mengatakan, para pelaku datang dari arah Tandam menggunakan motor secara berboncengan. Mereka juga menggunakan penutup muka atau sebo dan helm untuk menutupi identitas mereka.
Setibanya di lokasi, empat pelaku lalu langsung masuk pekarangan Polsek dan mengeluarkan tembakan shock terapy ke arah Polsek. "Setelah itu mereka masuk ke dalam, menyerbu dan mencari anggota kita itu. Ketemu tiga anggota dan ditembak kena kepala, dada, dan kaki," lanjutnya.
Adapun ketiga anggota polisi yang tewas akibat serbuan peluru para pelaku yaitu Aiptu Bait Sinulangga (48), Kepala SPK Polsek Hamparan Perak. Bait mengalami empat luka tembak di dada, lengan dan pinggang. "Yang menewaskan yang di dada," katanya.
Kedua adalah Aipda Deto (38). Dia mengalami satu luka tembak di dada. Kemudian korban tewas ketiga adalah Bripka Riswandi (39). Dia mengalami sembilan luka tembak pada dada dan satu
di kepala.
"Sekarang sedang diuji balistik apa ada kaitan dengan barang bukti yang kita temukan dalam perampokan CIMB. Kita perkirakan mungkin ada hubungan dengan kasus CIMB. Kita pastikan setelah kita komparasi dengan yang di CIMB. Kalau sama berarti dari kelompok yang sama," ujar jenderal bintang dua itu.
Setelah melakukan aksi penembakan terhadap tiga anggota polisi tersebut, para pelaku, lanjut Iskandar, lalu keluar sembari melemparkan bom molotov ke arah Polres dan mobil patroli yang berada di depan kantor polisi yang mengakibatkan kaca-kaca di bagian depan Polsek banyak yang pecah dan mobil patroli terbakar. "Setelah itu lari ke arah Labuhan Deli," tuturnya.
"Mereka bergerak dengan tanpa banyak bicara. Kita perkirakan ini ada hubungannya dengan kejadian perampokan Bank CIMB Niaga. Tapi kita akan pastikan lagi," imbuhnya.(*)