Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Perdana Menteri Singapura Utus Perwakilan ke KTT ASEAN

Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong urung hadir di KTT ASEAN lantaran dalam waktu bersamaan Singapura melakukan pemilu.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Ade Mayasanto
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Andri Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Jakarta, 4-8 Mei 2011, di Indonesia tidak akan dihadiri Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong. Hal ini dikarenakan dalam waktu bersamaan Singapura akan melakukan pemilu.

"KTT ASEAN Ke-18, akan diikuti 10 negara. Semua pimpinan negara akan hadir, kecuali PM Singapura, dan akan diwakilkan," ungkap Juru Bicara Menlu Michael Tene dalam konferensi pers di Kemlu, Jakarta, Rabu (4/5/2011).

Berdasarkan Media Handbook yang diterima media, wakil PM Singapura yang akan hadir dalam KTT ASEAN adalah S Jayakumar.

Lebih lanjut Jubir Menlu menjelaskan, KTT ASEAN akan diikuti para pejabat tinggi negara-negara se Asia Tenggara.

Rangkaian acara menuju KTT ASEAN akan dimulai dengan rapat di tingkat pejabat tinggi dan menteri. "Sudah mulai 5 Mei, baik rapat dan pertemuan antar pejabat tinggi, Senior Official Menteri Luar Negeri, maupun menteri-menteri ekonomi," jelasnya.

Tene juga menjelaskan, pertemuan dilanjutkan pada 6 Mei. Pertemuan tersebut untuk tingkat Menteri ekonomi, Politik dan keamanan, Dewan Ekonomi ASEAN dan Dewan Politik ASEAN.

"KTT ASEAN sendiri akan dibuka 7 Mei hingga 8 Mei. Para pemimpin negara akan bertemu dan membahas tiga pilar, yakni politik dan keamanan, ekonomi, dan sosial budaya," kata Tene.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam pertemuan KTT ASEAN dijadwalkan serangkaian acara antara pimpinan ASEAN dengan Perwakilan Anggota ASEAN. Juga antara pemimpin ASEAN dengan perwakilan Pemuda-pemudi se-Asia Tenggara. Begitu juga, pertemuan antara Pemimpin negara ASEAN dengan perwakilan LSM.

"Pembahasan akan melihat pada capaian-capaian dalam upaya ASEAN mencapai Komunitas ASEAN 2015. Terus pembahasan mengenai peranan ASEAN dalam menanggapi isu-isu regional, dan internasional. Juga ingin memastikan kawasan ASEAN, asia pasifik umumnya tetap aman, tenteram, damai, sehingga memungkinkan negara-negara angota membangun dan meningkatkan kesejahteraan," jelasnya.

Selain itu, pembahasan juga akan melihat peranan komunitas ASEAN pada komumitas global. "Pada akhirnya ASEAN akan meningkatkan perannya dalam isu-isu global," jelasnya.

"Pada 8 Mei akan ditutup, dan dilanjutkan setelah selesai KTT, sore harinya akan diadakan KTT BIMP Niaga Summit." Untuk diketahui, BIMP Niaga adalah Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Filipina.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas