Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kapolres Belawan Kumpulkan Tokoh Masyarakat Hamparan Perak

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Endro Kiswanto, menggelar pertemuan tertutup dengan 20 kepala desa dan tokoh masyarakat Hamparan Perak

Editor: Kisdiantoro
Laporan Wartawan Tribun Medan, Deni Syafrizal Daulay

TRIBUNNEWS.COM, BELAWAN - Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Endro Kiswanto, Jumat (24/9/2010) pagi, menggelar pertemuan tertutup dengan 20 kepala desa dan tokoh masyarakat Hamparan Perak, di aula Mapolsek Hamparan Perak.

Sayangnya, Kapolres yang ditemui usai pertemuan itu menolak berkomentar tentang pembahasan yang dilakukannya dengan perangkat desa tersebut. "Hanya pertemuan biasa, sudah lama sebenarnya kami ingin bersilaturahmi dengan perangkat desa di sini," katanya singkat.

Kapolsek Hamparan Perak Kompol Murdani yang juga hadir dalam pertemuan itu saat dikonfirmasi mengatakan, pertemuan itu hanya untuk menguatkan koordinasi pihak kepolisian dengan perangkat desa, sehingga peristiwa penembakan, Rabu (22/9/2010) dini hari di Markas polseknya tak terulang.

"Kita hanya berharap agar perangkat desa lebih aktif. Selama ini memang sudah aktif, tapi masih banyak yang perlu dibenahi, terlebih masalah pendataan penduduk," katanya.

Sementara Bustami, Kepala Desa Kelambir yang jadi peserta dalam pertemuan itu mengatakan, dalam rapat tersebut Kapolres meminta mereka mengaktifkan kembali Babinsa, Siskamling, dan perangkat desa lainnya.

"Kejadian ini luar biasa, masyarakat jadi khawatir. Ini yang membuat Kapolres meminta pengetatan dilakukan," katanya.

Dia mengatakan, Kapolres juga meminta mereka melakukan pendataan yang baik terkait keberadaan warga di daerah itu. "Tadi Kapolres juga minta pendataan harus dilakukan benar-benar," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Bustami mengakui, selama ini masalah kependudukan di daerah itu masih karut marut. Bustami sendiri bahkan tak tahu berapa sebenarnya jumlah penduduk di desanya. "Saya tak tahu mana pendatang, mana warga asli.
Bahkan jumlah warga saya nggak tahu," katanya.

Sejauh ini, kata dia, pihak kecamatan belum memberikan data kependudukan kepada pihaknya. Kondisi itu diperparah dengan belum masuknya data hasil sensus penduduk yang dilakukan Mei lalu. (*)

Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas