Prestasi Sriwijaya FC Diusulkan Masuk MURI
Sejak mentas di kasta tertinggi Liga Indonesia 2005-2012, Sriwijaya FC membuat catatan-catatan luar biasa.
TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Sejak mentas di kasta tertinggi Liga Indonesia 2005-2012, Sriwijaya FC membuat catatan-catatan luar biasa.
SFC meraih double winner, hattrick Piala Indonesia, dan terakhir meraih juara Indonesia Super League (ISL) serta Perang Bintang pada musim 2011/2012.
Total, kini ada enam gelar yang dikoleksi Laskar Wong Kito di kompetisi resmi. Kemudian, dilengkapi dua gelar pra musim dan satu penghargaan tim fair play pada musim 2010/2011.
Namun, musim 2011/2012 dianggap sebagai musim terbaik bagi Keith Kayamba Gumbs dkk, yang meraih 25 kemenangan, empat kali seri, dan lima kali kalah.
Sebab, catatan ini dilengkapi dengan keberhasilan SFC yang mengawinkan dua gelar, yakni ISL 2011/2012 dan laga Perang Bintang, yang dilengkapi dengan rekor 17 kali kemenangan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.
"Setelah kami lihat, musim 2010/2011 lalu, SFC juga tidak pernah kalah di kandang," jelas Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainudin kepada Sripoku.com, Minggu (29/7/2012).
Jika melihat catatan ini, SFC sepertinya membuat catatan 31 kali tanpa tersentuh kekalahan, dalam dua musim berturut-turut di kandang sendiri.
Untuk itulah, manajemen Sriwijaya FC tengah mengupayakan agar rekor dua musim tanpa tersentuh kekalahan di kandang atau di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, diusulkan masuk Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
"Manajemen akan membuat surat resmi kepada MURI, agar rekor tidak pernah kalah di kandang selama dua musim, dicatat dalam MURI," tutur Hendri. (*)
BACA JUGA
Baca tanpa iklan