Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribunners
LIVE ●

Tribunners / Citizen Journalism

Jubing Kristianto Tak Lupa Lagu Daerah

Saya tidak perlu memperkenalkan lagi sosok siapa sang gitaris klasik Jubing Kristianto yang pernah jadi juara petik gitar tingkat Asia.

TRIBUNNEWS.COM - Saya tidak perlu memperkenalkan lagi sosok siapa sang gitaris klasik Jubing Kristianto yang pernah jadi juara petik gitar tingkat Asia, dan mantan wartawan tabloid Nova. Pasti banyak sudah banyak yang mengenalnya.

Sehabis nonton pertunjukkan Gugun Blues Shelter di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), tiba-tiba saya teringat seorang teman yang dulunya sama-sama satu profesi, iseng-iseng saya kirim pesan via fb ke Jubing, kapan main lagi di BBJ? Dan dijawab, 3 Maret nanti ia akan menggelar konser tunggal dalam rangka launching album terbarunya berjudul "Kaki Langit" (2011).

Album "Kaki Langit" ini sendiri merupakan Exploring Acoustic Guitar Music IV - Jubing Kristianto. Tiga album solo gitar sebelumnya; "Becak Fantasy" (2007), "Hujan Fantasy" (2008) dan "Delman Fantasy" (2009). Yang menarik buat saya bahwa dari 15 komposisi yang ada di album "Kaki Langit", antara lain terdapat satu lagu daerah yaitu Sarinande (Maluku). Disamping tiga lagu; Rek Ayo Rek (Is Haryanto), Bengawan Solo (Gesang) dan Gembira Berkumpul (AT Mahmud), yang sengaja diaransemen secara akustik gitar untuk didedikasikan sekaligus mengenang karya pencipta lagu legendaris ini.

Informasi singkat prihal jadwal konser tunggalnya di BBJ ini saya tulis di "Forum Apresiasi Musik Indonesia" (Formasi), sebagai woro-woro. Saya sendiri kaget dan tidak menyangka dapat tanggapan, dikomentari. Di mana komentarnya pun memang lebih pada seputar keberadaan lagu daerah di albumnya.

Selain lagu Sarinande, di album sebelumnya "Becak Fantasy" juga ada lagu Ayam Den Lapeh dan Burung Kakaktua. Juga di album "Hujan Fantasy" ada Gundul-Gundul Pacul, dan di album "Delman Fantasy" ada Bubuy Bulan dan Anak Kambing/Potong Bebek. "Gimana kalau Jubing tahun depan keluarin album "The Best" spesial lagu tradisional, ya?" kata Sandy Prastanto, sang komentator. Smoga!

Seperti karya-karya Mas Jubing ini malah justru disukai orang asing Jepang, Eropa, karena kekentalan budaya dan etnik Indonesianya. Karena bukan tidak mungkin bila lagu-lagu daerah Nusantara yang nuansa etniknya ini diaransemen ulang dengan sentuhan musik masa kini pasti bisa diterima secara industri. Dan, semoga dunia industri rekaman musik pop yang ada saat ini sudah mulai mempertimbangkan hai ini. Begitu harap Ernawan B Prianggodo, memberikan komentarnya.

Di saat banyak kemunculan album baru yang dirilis dari sejumlah artis musik kita, baik itu pendatang baru maupun yang sudah cukup lama bercokol di blantika musik Indonesia dengan mengandalkan lagu daur ulang yang pernah ngetop sebelumnya, Kenapa kecenderungan atau trend mendaur ulang ini juga diberlakukan pada lagu-lagu tradisionil/daerah Nusantara dengan polesan aransemen musik masa kini.

Semoga apa yang dirintis Jubing Kristianto dengan menyertakan lagu tradisionil daerah Nusantara di album-albumnya akan membangkitkan dan menumbuhkan kesadaran penyanyi atau musisi muda kita. Bagaimanapun juga lagu-lagu tradisionil / daerah Nusantara ini adalah warisan dan harta karun karya budaya seni musik Nusantara yang harus tetap diapresiasi, dilestarikan dan dijaga sebagai kekayaan dan kebanggaan warisan budaya bangsa Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

Salah satu tanda, negara yang perdabannya baik, mesti mengapresiasi musik yang secara artistik dan musikalitas yang baik pula, komentar Zoel Lubis. "Kita bertahun-tahun kita jalan bersama dalam satu profesi, dan kini dia memilih jalannya sendiri, memilih bermusik, dan sukses," sambung mantan wartawan Merdeka. Selamat dan sukses selalu ya Bing! (Alex Palit)

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas