Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Lawan Covid-19, Kominfo Terus Gencarkan Diseminasi Informasi Adaptasi Kebiasaan Baru

Seusai menurunkan penyebaran hoaks, kini saatnya bergerak bersama dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan yang harus jadi kebiasaan baru

Lawan Covid-19, Kominfo Terus Gencarkan Diseminasi Informasi Adaptasi Kebiasaan Baru
HandOut/Istimewa
Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kominfo Prof. Dr. Widodo Muktiyo. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus menggencarkan penyebaran/diseminasi informasi terkait adaptasi kebiasaan baru (AKB) lewat penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kominfo, Prof Dr Widodo Muktiyo mengatakan pemerintah semakin gencar mendiseminasikan semangat optimisme publik melawan Covid-19 meski berita bohong sudah mulai turun.

“Kami berkampanye agar masyarakat tidak saling menyalahkan, tetapi bergotong royong antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media bersama-sama melawan Covid-19,” ujar Widodo dalam temu daring Penyuluh Informasi Publik daerah 3 T bertajuk Adaptasi Kebiasaan Baru: Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19, Kamis (23/7/2020).

Baca: Sosialisasi Covid-19, Kominfo Akan Kembangkan Aplikasi Ramah Bagi Disabilitas

“Kami sudah berhasil menurunkan penyebaran hoaks, kini saatnya kita bergerak bersama dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan yang harus jadi kebiasaan baru,” tambanya.

Widodo membeberkan, perkembangan hoaks terkait Covid-19 memang sudah mulai turun berkat penegakan hukum yang tegas dan penyebaran konten positif yang selama ini gencar dilakukan pemerintah.

Baca: Per Rabu Ini, Kominfo Catat 686 Hoaks Terkait Covid-19

Per tanggal 21 Juli 2020, sudah terdapat 104 tersangka yang ditetapkan oleh Polri akibat hoaks tentang Covid-19.

“Sebelum ada obatnya, Covid-19 akan selalu menjadi musuh kita. Tenaga humas pemerintah diminta untuk mengola informasi, jangan sampai masyarakat terkena hoaks, radikalisme, penipuan, dan lain-lain seperti saat titik tertinggi (peredaran hoaks) pada masa awal Covid-19, saat warga mengalami panic buying,” ujar Widodo.

Sementara Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah menyampaikan, update perkembangan Covid-19 terakhir di Indonesia per tanggal 22 juli 2020 terdapat 91.751 kasus konfirmasi, jumlah orang meninggal 4.459 Pergerakan Covid-19, terjadi pergeseran epicentrum tidak lagi terpusat di Jakarta.

Saat ini, Jawa Timur merupakan provinsi penularan Covid-19 tertinggi.

“Beberapa kelompok rentan terkena Covid-19, seperti penderita yang sudah berumur/lansia, memiliki daya imun tubuh rendah, memiliki penyakit penyerta, kelebihan berat badan serius dan ibu hamil,” ujarnya.

Oleh karenanya, ia turut mengimbau agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam adaptasi kenormalan baru sebagai satu-satunya jalan memerangi Covid-19 saat ini.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas