Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Lifestyle
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Harga Cual Bangka antara Rp 1,2 hingga 7 Juta Rupiah

Kain cual yang merupakan tenunan khas Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, tetap diminati meski harga jualnya relatif cukup tinggi antara Rp1,2 juta dan Rp7 juta per helai kain.

Harga Cual Bangka antara Rp 1,2 hingga 7 Juta Rupiah
ubb.ac.id
PANGKALPINANG, KOMPAS.com--Kain cual yang merupakan tenunan khas Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, tetap diminati meski harga jualnya relatif cukup tinggi antara Rp1,2 juta dan Rp7 juta per helai kain.

Seorang pengrajin kain cual dari rumah tenun, Lina di Pangkalpinang, Kamis, mengatakan bahwa penjualan setiap bulannya mencapai 50 helai kain. "Pesanan juga datang dari beberapa wilayah di Indonesia, bahkan konsumen dari Malaysia," katanya.

Untuk pemasaran di Bangka sendiri, setiap bulan harus menyiapkan sebanyak 20 stel permintaan ibu-ibu arisan. Pesanan lain datang dari berbagai daerah di Indonesia.

"Produksi sebulan mencapai lebih dari 50 stel bahan kain cual. Setiap bulan selalu habis dipesan, dan kalaupun ada yang tersisa dalam hitungan minggu sudah terjual," ujarnya.

Keberadaan kain cual yang berusia ratusan tahun itu, kata dia, menjadi suatu bukti kekayaan khasanah budaya bangsa. Motif yang ada pada kain cual kuno itu kemudian dilestarikan dalam bentuk adopsi kemotif baru.

Kain cual kuno bernilai sejarah tinggi itu ada yang dibingkai dan digantung menjadi seperti figura. Ada pula yang disimpan bersama kain cual lain. "Cara penyimpanan seperti ini akan mempercepat proses kerusakan," katanya.

Ia lantas menjelaskan ciri-ciri kain cual yang berusia ratusan tahun, antara lain ketika dibaui terasa dengan indra penciuman bau kain yang sudah teramat lama.

"Kain-kain yang terbuat dari sutra halus itu ada yang kondisinya masih sangat bagus dan kokoh, tetapi ada pula yang mulai lapuk," katanya.

Terkadang menggunakan benang emas pada kain cual yang berusia ratusan tahun itu dengan mencopotnya dan kemudian menjahitkan kembali pada bahan sutra untuk dijadikan kain cual bernilai jual tinggi dan bersejarah.

"Harga jualnya mencapai Rp20 juta per lembar kain. Kalau kain kuno seperti itu bila benang emasnya diambil putus-putus karena sudah lapuk," ujarnya sambil memperlihatkan kain cual dengan benang emas 18 karat yang bisa diambil kembali benangnya.

Kain cual yang dibuat secara manual biasa dijual mulai harga Rp1,2 juta hingga Rp7 juta. Bahan yang digunakan berasal dari sutra Jepang dan India, sementara benang emas didatangkan dari Prancis, Jepang, dan India.

Dalam sejarahnya kain cual dibawa ke Mentok Bangka Barat pada awal abad ke XVII oleh Wan Abdul Hayat, orang Kanton China dengan nama asli Lim Tan Kian.

"Kami tetap menjaga kualitas dan corak produk dengan motif-motif kain cual dan kehalusan tenun agar selalu diminati pembeli, baik konsumen lokal maupun dari luar negeri," katanya. (*)

Editor: Tjatur Wisanggeni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas