PMR Cube Gelar 100 Karya Seni Contemporary Culture Interplay
PMR Cube, sebuah acara seni rupa kontenporer dan fesyen yang salah satu penyelenggaraannya adalah Indonesia Tatler
Editor:
Toni Bramantoro
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PMR Cube, sebuah acara seni rupa kontenporer dan fesyen yang salah satu penyelenggaraannya adalah Indonesia Tatler, penerbit majalah terkemuka untuk high-society digelar di Gedung Sampoerna Strategic Square Jakarta tanggal 1 hingga 6 Desember 2011.
Lorenzo Rudolf yang selama 10 tahun telah menjadi Direktur Pameran Art Basel, sebuah pameran seni rupa bertaraf internasional yang setiap tahunnya diselenggarakan di Switzerland, akan menjadi bagian dari PMR Cube. Rudolf akan menjadi salah satu tuan rumah pada acara puncak, sebelum Rudolf mempersiapkan Art Stage Singapura, acara seni rupa di bulan Januari, dimana Rudolf selaku CEO dan Direktur Pameran.
PMR Cube diselenggarakan oleh penerbit Mobiliari Media Group, dengan salah satu anak perusahaannya yang berbasis di Singapura, yaitu majalah PMR. Acara ini diharapkan menarik perhatian 9.500 pengunjung selama lima hari dan akan menggelar lebih dari 100 karya seni rupa baru yang disebut Contemporary Culture Interplay.
"Dunia seni rupa Indonesia jelas sekali sangat berkembang," ungkap Millie Stephanie, CEO dari Mobiliari Media Group, yang menerbitkan Indonesia Tatler serta majalah lainnya untuk high society.
"Saat ini dibutuhkan ajang lokal, regional dan bahkan internasional yang mendapatkan sorotan kuat, untuk kemudian menjadi pusat perhatian seluruh penjuru dunia. PMR Cube merupakan ajangnya," tutur Millie Stephanie.
Millie bersama penggemar seni lainnya, yaitu Patty Kaunang dan Rina Salim, yang juga pendiri majalah PMR Singapura, memiliki fokus pada seni rupa kontemporer dan gaya hidup. Bersama Mobiliari Stephindo dan Indonesia Tatler, acara ini merupakan pameran pertama mereka.