Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Kaki Trimah Lincah Membatik, Motifnya pun Bagus

TERLAHIR dengan organ tubuh yang tak sempurna, tak membuat Trimah (22) putus asa. Torehan motif batik dari kakinya tak kalah bersaing.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM - TERLAHIR dengan organ tubuh yang tak sempurna, tak membuat Trimah (22) putus asa. Ia justru bisa mengembangkan potensi dirinya sehingga mampu hidup mandiri dan mengaktualisasikan ide - ide segarnya lewat torehan demi torehan hingga menjadi motif batik di atas sehelai kain yang bisa ia jual hingga Rp 500 ribu.

Rutinitas itu mulai dijalani oleh dara yang kedua lengannya tak tumbuh normal ini, sejak tahun 2010 silam. Selain kedua lengannya, ia juga mengalami kendala saat berbicara dengan intonasi yang kurang jelas. Meski begitu, Trimah yakin benar bahwa kondisinya ini merupakan pilihan terbaik yang diberikan kepadanya.

"Minder sih enggak, hanya suatu kali saya sempat down karena belum bisa membahagiakan kedua orang tua. Target saya, mencapai kehidupan yang mandiri, karena dengan begitu saya yakin kedua orang tua saya bahagia," tandas anak dari pasangan Suyanto dan Karmini ini.

Saat ditemui pada Sabtu (16/6/2012) siang, ia tengah menyelesaikan salah satu karya motif batiknya di Jogja Gallery. Kain batik polos ia sandarkan ke sebuah sudut meja, kemudian ia rapikan semua peralatan membatik, mulai dari kompor kecil, wadah malam, canting, serta lap kain.

Gerakan kakinya lincah saat mengambil canting yang ia jepit diantara jari - jari kaki kanannya. Sedangkan kaki kirinya ia gunakan untuk menahan kanvas yang tak jarang bergeser posisinya.

Satu bidang kanvas ini, bisa ia selesaikan dalam jangka waktu satu hari. Sedangkan untuk menyelesaikan satu lembar kain batik, secara keseluruhan ia menghabiskan waktu hingga satu bulan lamanya.

Remaja asal Magelang ini, tak mau menyerah pada keadaan. Ia juga tak mau dikasihani dan dibedakan hanya karena kondisinya itu. Hal ini ia buktikan bahkan sejak memasuki usia sekolah dasar. "Dari SD hingga SMA saya tidak masuk ke sekolah luar biasa, tapi saya memilih belajar di sekolah umum," jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Selama mengenyam pendidikan itu, ia tak pernah menemukan kendala yang berarti. Sebaliknya ia bisa menyesuaikan diri serta bisa mengikuti kegiatan belajar dengan baik. Pun demikian halnya dengan pergaulannya sehari - hari yang sama sekali diakuinya tak pernah terbatasi.

Bahkan, ia kini sudah menjalin hubungan dekat dengan seorang pria yang menjadi tambatan hatinya.

"Saya punya target menikah di usia 25," ungkap remaja yang kini bekerja menjaga stan penjualan kerajinan tangan milik Pusat Rehabilitasi Yakkum di Melia Purosani ini.

Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas