Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Manis, Asam dan Pedas Berpadu Dalam Bumbu Sate Maranggi

SATE MARANGGI dikenal karena rasa khasnya. Sate ini khas Purwakarta, namun di sejumlah kota lain sate ini juga ada yang menyajikan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM - SATE MARANGGI dikenal karena rasa khasnya. Sate ini khas Purwakarta, namun di sejumlah kota lain sate ini juga ada yang menyajikan.

 Di  Bandung misalkan, terdapat sejumlah warung makan yang menawarkan sate maranggi. Satu di antaranya adalah Waroeng Soto dan Sate Maranggi Purwakarta, Jalan Jawa No 32. Di warung makan tersebut cita rasa sate marangginya benar-benar autentik karena sang pemilik berasal dari Purwakarta.

Sate maranggi memang berbeda dari sate lainnya. Bahan baku menggunakan daging sapi dan kambing muda. Daging tersebut diberi bumbu rempah sebelum dibakar di atas bara. Proses pembakaran dilakukan dengan sempurna sehingga daging yang dihasilkan empuk.

Saat dihidangkan, sate tidak diberi bumbu kacang melainkan bumbu kecap yang dicampur bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit yang dihaluskan. Lalu ditambahkan potongan tomat segar atau biasa disebut acar tomat.

Perpaduan manis, asam dan pedas pun langsung terasa di lidah.

Satu porsi sate maranggi di Waroeng Soto dan Sate Maranggi Poerwakarta, ini dibanderol Rp 25.000. (roh)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas