Konon, Roti dari Menara Bambu di Cheung Chau Membawa Keberuntungan
Spiderman pun akan tertantang melihat ini. Pada tanggal 17 Mei 2013 malam, ribuan orang berkumpul
Editor:
Widiyabuana Slay
TRIBUNNEWS.COM - Spiderman pun akan tertantang melihat ini. Pada tanggal 17 Mei 2013 malam, ribuan orang berkumpul di sebuah pulau kecil bernama Cheung Chau, untuk menyaksikan perlombaan unik ala Hongkong.
Dalam rilis yang diterima redaksi Tribunnews.com, Rabu (22/5/2013), tepat pada pukul 12 tengah malam, pandangan tertuju pada sebuah menara bambu setinggi 14 meter yang ditutupi dengan 9.000 buah roti, di mana 12 orang peserta akan berlomba memanjat menara tersebut dan mengambil roti sebanyak-banyaknya.
Kompetisi mengumpulkan roti ini berawal dari kepercayaan masyarakat bahwa roti-roti dari menara tersebut membawa keberuntungan dan siapapun yang berhasil mengambil roti paling banyak akan mendapat keberuntungan terbaik.
Kompetisi menarik dalam memperebutkan roti ini hanya sebuah bagian dari festival tahunan Cheung Chau Bun, salah satu ‘Top 10 Quirky Local Festivals’ di dunia menurut Time.com. Setiap tahun, penduduk Cheung Chau sibuk membuat patung dewa dari kertas, menyiapkan kostum, dan membuat roti sebagai perisapan untuk festival yang telah diakui sebagai salah satu warisan budaya China.
Hal menarik lain dari festival ini adalah sebuah parade di mana anak-anak berkostum dewa-dewi diangkat tinggi diatas panggung yang melayang. Parade yang dikenal dengan nama Piu Sik ini terkenal dengan panggung melayang berwarna-warni dengan tema berbeda, mengikuti beberapa topik hangat seputar masyarakat Hong Kong.
Setiap panggung terapung ini dinaiki oleh dua orang anak kecil, masing-masing dengan berat badan tidak lebih dari 18 kilogram, dengan posisi satu diatas yang lainnya. Kedua anak tersebut dihubungkan dengan tongkat yang dihiasi dengan sejumlah hiasan untuk melambangkan hubungan antara karakter yang mereka wakili.