Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Angkie Yudistira Percaya Diri Berkarya dengan Pendengaran yang Menghilang

Angkie Yudistia terlahir sehat tanpa ada cacat sedikit pun. Entah mengapa saat ia berusia 10 tahun, pendengarannya secara perlahan menghilang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Daniel Ngantung
zoom-in Angkie Yudistira Percaya Diri Berkarya dengan Pendengaran yang Menghilang
TRIBUN JAKARTA/DANIEL NGANTUNG
Angkie Yudistia 

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Daniel Ngantung

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Angkie Yudistia terlahir sehat tanpa ada cacat sedikit pun. Entah mengapa saat ia berusia 10 tahun, pendengarannya secara perlahan menghilang.

"Dokter bilang karena kelebihan mengonsumsi obat antibiotik. Tapi belum ada penelitian valid kan tentang itu," cerita Angkie saat ditemui Tribunnews.com di markas L'Oréal Indonesia, Selasa (12/3/2013).

Semenjak itu, hidup putri pasangan Hadi Sanjoto dan Indiarty Kaharman ini berubah 180 derajat. Ia tak bisa lagi mendengar layaknya orang normal. Hanya suara dengungan yang didengarnya. Angkie kecil sempat minder dan tidak percaya diri bergaul dengan teman sebayanya.

Namun Angkie tak mau berlarut-larut dalam kesedihan. Ia yakin Tuhan menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Keyakinan ini ia dapatkan dari orangtua yang tiada henti memotivasinya untuk tetap menjalani hidup bersyukur, tanpa keluhan, dan bekerja keras saat menggapai cita-cita.

Untuk memastikan Angkie menjalani hidup layaknya anak normal, orang tuanya selalu memasukkan Angkie ke sekolah reguler, bukan sekolah luar biasa. Berbagai kursus juga ia jalani.

Rekomendasi Untuk Anda

"Orangtua saya punya pandangan, 'kenapa harus dibeda-bedakan, anak saya tidak berbeda dari anak lainnya',"cerita perempuan kelahiran Medan, 5 Juni 1967.

Cibiran dan cemooh sempat ia rasakan semasa sekolah. Namun, itu tak membuat Angkie terintimidasi. Segala tantangan yang ia alami, justru membuatnya lebih tangguh dan bangkit. Ia pun ingin membuktikan seseorang dengan difabel mampu bersaing, berkarya, dan berprestasi layaknya mereka yang "normal".

Dan, semuanya terbukti. Berkat gerakan sosial yang dicetusnya, seperti #pitabiru dan #thisablefest, Angkie menuai segudang prestasi.

Pada tahun 2008, perempuan yang gemar berpelesiran ini menjadi finalis None Jakarta Barat dan The Most Fearless Female Cosmopolitan.

Sumber: TribunJakarta
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas