Software Ini Jadikan Kreasi Motif Batik Lebih Beragam
Perkembangan teknologi juga berdampak pada pembuatan batik. Dulu, batik dilukis dengan tangan secara tradisional atau dicap.
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNNEWS.COM, JEPARA- Perkembangan teknologi juga berdampak pada pembuatan batik. Dulu, batik dilukis dengan tangan secara tradisional atau dicap.
Namun, saat ini, desain batik bisa dilakukan dengan komputer.
"Software ini hanya digunakan untuk mendesain batik. Pengguna bisa menggambar desain batik semau mereka, dengan desain yang berbeda dan belum ada sebelumnya," kata penemu software batik fractal serta CEO Pixel Indonesia, Nancy Margried Panjaitan, Senin (20/4/2015).
Teknologi ini memungkinkan pembuatan motif batik dari yang paling sederhana sampai yang paling rumit sekalipun. Untuk kualitasnya, Nancy mengatakan itu tergantung dari kemampuan si pembuat.
Menurutnya, software ini ibarat pensil. Kala seseorang menggambar sebuah desain batik bagus atau tidaknya tergantung dari kemampuan menggambar seseorang, begitu juga dengan teknologi ini.
Penerapan teknologi komputer ini bisa memperkaya motif warisan budaya asli Indonesia itu. Perangkat lunak tersebut bahkan bisa menciptakan desain batik baru yang lebih menarik sesuai selera pasar dan beragam.
Apakah software ini bisa mengganggu kekhasan motif batik satu daerah? Nancy mengatakan tidak akan akan mempengaruhi jadi tidak perlu khawatir. Bahkan, dengan software ini, perajin bisa mengembangkan motif yang sudah ada menjadi lebih beragam.
Dia memberikan contoh ada motif batik khas Solo, Pekalongan, Jepara, Jogja dan kota lain. Dari motif khas itu bisa dikembangkan lagi lewat teknologi ini sehingga menciptakan kreasi terbarukan.
"Konsumen pastinya memilih corak batik mana yang belum ada sebelumnya. Mereka pastinya mencari sesuatu yang baru," imbuh wanita yang pernah memenangkan Kartini Award itu.
Pixel Indonesia menciptakan software Batik. Perangkat lunak ini memakai L-System tiga dimensi dan Cellular Automata sehingga bisa memperbanyak bermacam jenis motif batik.
Motif yang sudah didesain, kemudian dicetak di kertas dengan skala 1:1 atau disesuaikan dengan besaran motif yang akan diaplikasikan ke kain.
Setelah itu, motif hasil cetakan komputer diaplikasikan ke kain melalui proses yang sama dengan pembuatan batik tradisional lain lewat alat canting.
Software batik ciptaan Pixel Indonesia ini, aku Nancy sudah digunakan perajin batik di beberapa kota, misalnya Jambi, Bangkulu, Sidoarjo dan kota lain. Perajin juga akan diberikan pelatihan untuk menggunakan software tersebut.
"Tidak melulu perajin besar yang menggunakan software ini. Perajin kecil atau rumahanpun bisa," ucapnya.
Softwarenya itu dibanderol dengan harga Rp 500 ribu. Beberapa waktu yang lalu juga dia diundang ke sebuah seminar tentang peran wanita dalam industri kreatif di pendopo Kantor Kabupaten Jepara.