Bunga Teratai, Si Cantik yang Memproteksi Kulit dari Radiasi Ultraviolet
Di balik kecantikannya, bunga yang biasanya tumbuh di sungai atau danau itu ternyata menyimpan khasiat untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit
Penulis:
Daniel Ngantung
Editor:
Anita K Wardhani
TRIBUNNEWS.COM - Bunga teratai atau lotus tidak hanya elok rupanya.Di balik kecantikannya, bunga yang biasanya tumbuh di sungai atau danau itu ternyata menyimpan khasiat untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit manusia.
Maily S.Si.M.Biomed, Research & Development Manager PT Martina Berto Tbk., mengungkapkan, bunga lotus mengandung vitamin C yang sangat esensial untuk memproteksi kulit.
"Vitamin C tersebut bermanfaat untuk menangkal radiasi ultraviolet dari sinar matahari yang membawa radikal-radikal bebas. Radikal bebas ini adalah sumber utama kerusakan kulit, salah satunya kanker kulit," terang Maily dalam acara peluncuran Dewi Sri Spa Surya Majapahit oleh Martha Tilaar beberapa waktu lalu.
Tidak hanya itu, tanaman yang masuk dalam keluarga Nelumbonaceae itu juga mengurangi sensasi panas dan kemerahan karena iritasi, membantu pembentukan kolagen untuk mengencangkan kulit, serta menjaga kelembutan kulit.
Memanfaatkan keunggualan lotus itu, Martha Tilaar menghadirkan Dewi Sri Spa seri Surya Majapahit, rangkaian produk perawatan terbaru khusus untuk memproteksi kulit dari efek buruk sinar matahari.
Seri Surya Majapahit terdiri tiga jenis produk, yakni Cooling Shower Gel, Sun Protection Lotion, dan Soothing Body Gel.
Dijelaskan Dian Asmarani Salindri, Group Brand Manager Dewi Sri Spa, seperti produk-produk Dewi Sri Spa sebelumnya, produk terbaru ini juga berinspirasi pada warisan budaya Indonesia.
Inspirasi kali ini datang dari Surya Majapahit, lambang yang kerap ditemukan di reruntuhan bangunan masa Majapahit.
"Salah satu ciri khas Surya Majapahit adalah lotus yang biasa digunakan sebagai simbol semasa Kerajaan Majapahit. Dalam ajaran Budha dan Hindu, lotus adalah perwujudan dari kesempurnaan," jelas Dian.
Di samping kebaikan lotus, produk ini juga mengandung minyak beras, ekstrak akar manis (licorice), serta menthol.
Dian mengatakan, beras memiliki khasiat yang tidak kalah hebatnya dari lotus untuk memproteksi kulit.
Selain melembabkan, beras juga dapat mencerahkan kulit sekaligus memerangi radikal bebas karena kaya akan antioksidan.
"Khasiat yang sama juga diberikan oleh ekstrak akar manis. Adapun menthol dapat menyejukkan kulit dan meredakan sensasi panas akibat sengatan matahari," jelas Dian.
Untuk penggunaan, Cooling Shower Gel hadir sebagai sabun mandi yang dapat dipakai setelah beraktivitas di luar ruangan. Begitu pula Soothing Body Gel untuk mengurangi sensasi panas dari sengatan sinar matahari.
Khusus produk tabir surya Surya Majapahit Sun Protection Lotion diperkaya SPF (Sun Protection Factor) 40.
Kulit biasanya akan terbakar selama 10 menit di bawah menit. Namun setelah mengaplikasikan tabir surya berbentuk lotion ini, kulit dapat bertahan di bawah sinar matahari tanpa terbakar selama 40 kali lebih lama atau sekitar 400 menit.
"Meski ber-SPF tinggi, produk ini tidak lengket. Sehingga terasa nyaman di kulit," ujar Dian.
Ahli kecantikan Dr.Astrid Tilaar Msi., mengatakan, meski kulit orang Indonesia umumnya lebih terproteksi karena mengandung pigmen yang lebih banyak ketimbang kaum kaukasoid (kulit putih), pemakaian tabir surya atau semacamnya tetap diperlukan.
"Kulit orang Indonesia tentu tetap berisiko apalagi kita hidup di daerah yang beriklim tropis. Bila kuliat dibiarkan terpapar sinar matahari terus-menerus tanpa terproteksi, bukan tidak mungkin kulit kita akan mengalami kerusakan," kata dia.
Dijelaskannya, sinar matahari membawa dua jenis radiasi ultraviolet (UV), yakni UVA dan UVB.
Keduanya sama-sama berbahaya. UVA dengan gelombangnya yang cukup panjang yang mampu menembus hingga ke dalam epidermis dapat mengakibatkan kerusakan jangka panjang seperti kanker kulit. Adapun efek buruk dari UVB tergolong jangka pendek seperti kulit menggelap atau iritasi.